Target Penggunaan Biodiesel Indonesia Belum Akan Tercapai

Target Penggunaan Biodiesel Indonesia Belum Akan Tercapai
ptpn5

Target Indonesia untuk meningkatkan penggunaan biodiesel yang terbuat dari kelapa sawit untuk menghindari subsidi dua kali lipat sedang terancam oleh anjloknya harga minyak mentah.

Konsumsi bersubsidi biodiesel sawit mungkin belum sampai ke angka yang ditentukan sebagai target, yakni 1,7 juta kiloliter untuk tahun 2015, menurut Derom Bangun, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia. Produsen terbesar minyak sawit akan membutuhkan 1,5 juta metrik ton untuk memenuhi tujuan itu, katanya.

Angka ini dibandingkan dengan penggunaan 800.000 ton biodiesel sawit yang digunakan tahun lalu, diperkirakan oleh Mandiri Sekuritas.

Turunnya harga minyak mentah di tengah surplus global telah menyebabkan penurunan biaya bahan bakar fosil yang memotong daya tarik penggunaan energi dari sumber lainnya.

Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo menyetujui peningkatan subsidi biodiesel bulan lalu, memacu analis termasuk Mandiri untuk meramalkan perubahan yang akan membantu untuk meningkatkan penggunaan minyak sawit dalam negeri pada saat memperluas output dan melemahnya permintaan dari pembeli seperti China.

"Ini waktu yang sulit bagi produsen biodiesel," kata Bangun.

Sementara peningkatan subsidi akan menambah daya tarik biodiesel, permintaan akan lamban karena tekanan dari harga minyak mentah yang rendah, katanya.

Indonesia telah mempromosikan penggunaan biofuel untuk membantu menyerap kenaikan pasokan minyak nabati dunia, yang digunakan dalam makanan dan kosmetik, dan untuk mengurangi emisi karbon. Biodiesel dicampur dengan solar biasa, yang dihasilkan dari minyak mentah, untuk digunakan sebagai transportasi dan bahan bakar industri.

Target 1,7 juta kiloliter merupakan 10 persen dari konsumsi yang diproyeksikan dari solar bersubsidi, menurut Departemen Energi.

Total konsumsi biodiesel sawit dapat mencapai 2,2 juta kiloliter tahun ini jika penggunaan non-subsidi disertakan, diperkirakan oleh Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia.

"Biodiesel tidak ekonomis pada saat ini," kata Togar Sitanggang, Sekjen Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia.

Permintaan bersubsidi biodiesel sawit serendah 1 juta kiloliter tahun ini kecuali pemerintah mencari formula baru untuk mengatur harga yang digunakan dalam membeli tender oleh perusahaan minyak negara, Pertamina, katanya. ***intan (Sumber: Bloomberg)