Sindikat Faktur Pajak Fiktif Libatkan Perusahaan-perusahaan Besar

Sindikat Faktur Pajak Fiktif Libatkan Perusahaan-perusahaan Besar
m.radarpena.com

Hanya dalam waktu dua pekan, negara telah dirugikan sebesar Rp 41 miliar oleh adanya faktur pajak Aspal (asli tapi palsu). Kerugian ini diketahui setelah tertangkapnya 10 orang yang diduga merupakan pembuat faktur pajak Aspal oleh Ditjen Pajak bersama Bareskrim Polri.

 

Direktur Intelijen dan Penyidikan Ditjen Pajak Yuli Kristiono mengungkapkan, kesepuluh orang tersebut terbagi ke dalam empat kelompok dengan target operasi dan spesialisasi yang berbeda-beda. Dan memang selama ini telah lama diintai oleh dinas pajak dan mabes polri.

 

“Jadi memang ada jaringannya, dan itu bekerja secara masif. Artinya banyak orang yang terlibat. Di daerah Cengkareng ada dua kelompok, lalu satu kelompok di Ciputat. Nah, dari 3 kelompok ini ternyata juga berkaitan. Nah itu yang kami terus kejar,” ujarnya, Selasa (04/11).

 

Hal senada juga diungkapakan Direktur Jenderal Pajak pejabat Pengganti Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas, Wahju K Tumakaka menjelaskan, dari 10 orang tersebut, 7 orang berstatus tersangka dan telah ditahan di Bareskrim Polri "Untuk 3 orang lainnya yang bertindak sebagai kurir saat ini masih berstatus sebagai saksi," ungkap Wahju.

 

Dari pendalaman yang dilakukan Ditjen Pajak terhadap keempat jaringan penerbit Faktur Pajak fiktif ini didapatkan kesimpulan jika penerbitan Faktur ini merupakan pesanan dari perusahaan-perusahaan besar aktif yang tersebar di wilayah Indonesia. Dengan modus operandi yang dilakukan antara lain tidak menyampaikan SPT, menyampaikan SPT yang isinya tidak benar, dan memungut pajak tapi tidak menyetor. *** kinaya (bisnis,metro,liputan 6)