Saatnya Kampus Kuliah Kerja Nyata di UMKM

Saatnya Kampus Kuliah Kerja Nyata di UMKM

Pertumbuhan kelas menengah baru di Indonesia memang pesat dan mengesankan, namun mereka tumbuh dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang rentan naik turun pendapatannya, tidak memperlihatkan sisi ekpansi bisnis, dan bahkan ada yang hanya mekar sekali untuk selamanya berdasarkan trend.

 

Ini artinya, masih minim adanya kemampuan manajerial yang merata di kalangan penggiat usaha kecil ini.

 

Lantas, rasa khawatir mulai didengungkan oleh para senior usahawan, dari Ir. Ciputra, hingga Hary Tanoesoedibjo, karena begitu sedikit mereka yang ingin menjadi pengusaha, serius, dan bersedia memaksimalkan sisi manajerialnya.

 

Memang ada masalah tersendiri, terbatasnya sokongan pemerintah, modal kredit bank, perpajakan, kualitasi produk, dan sulitnya SDM militan yang mau memulai dari UMKM.

 

Berdasarkan penelitian Keenan Institute Asia pada 2012, setidaknya itulah yang menjadi masalah mendasar dari pelaku UMKM di wilayah negara ASEAN.

 

Demi membantu program pemerintah akan SDM yang mumpuni, untuk itulah para dosen diminta aktif juga mendorong adanya wirausaha.

 

"Kami menugaskan para dosen ikut aktif membantu melatih para pelaku UMKM, agar mereka siap secara manajerial untuk mengelola bisnis yang berkesinambungan," jelas Prof. Dr. Aman Wirakartakusumah, Rektor Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI), sebagaimana yang dikutip dari Okezone, Minggu (23/02).

 

Para dosen pun diharapkannya bisa berkomunikasi dengan pelaku UMKM, mencari tahu resep, dan bahkan menyerap ajaran mereka yang sukses, agar bisa diturunkan kepada para mahasiswa.

 

Dan pada akhirnya, para dosen Faculty of Business di USBI, bisa melakukan penelitian demi mencair tahu masalah yang juga dihadapi penggiat UMK.

 

Yang kali ini akan dikompilasikan dalam bentuk buku. "UMKM Outlook 2014: Membangun Kewirausahaan Berbasis Usaha Masyarakat"

 

Saat ini, terdapat 56 juta UKM dan tidak semuanya siap untuk bersaing, sehingga masih perlu sekali para UMKM yang kuat bisa memberikan resep usaha mereka, demi menggerakkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

 

"Kami di Faculty of Business USBI akan mendorong upaya-upaya kerja sama untuk meningkatkan kemampuan UMKM sesuai dengan keahlian staf pengajar kami," jelas Prof. Dr. Adler H. Manurung Dekan Faculty of Business USBI.****Fey