Realisasi Pajak Penerimaan Daerah Kaltim Lambat Tapi Optimis

Realisasi Pajak Penerimaan Daerah Kaltim Lambat Tapi Optimis
Prosperouscoachblog

Realisasi penerimaan pajak di kantor wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim berjalan dengan lambat. Hingga 14 Juli, baru tercapai 40,22 persen dari target realisasi di angka Rp 18,7 triliun.

 

Kepala Kanwil DJP Kaltim Muhammad Isnaeni Kamis (17/7) mengatakan, jika dibandingkan dengan periode di 2013 yang angkanya mencapai Rp 7 triliun, tahun ini ada sedikit pertumbuhan sebesar 6,40 persen. Hanya saja pertumbuhan tersebut masih lebih rendah jika dibanding dengan penerimaan pajak nasional di angka 9,27 persen.

 

Demi meningkatkan kontribusi pembayaran pajak, peran serta para pemangku kepentingan sangat diharapkan. Hal ini sesuai pula dengan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan monitoring, koordinasi, dan supervisi atas pengelolaan pertambangan batu bara dan mineral di 12 provinsi seluruh Indonesia.

 

Sistem perpajakan self assesment dan potensi ekonomi berkembang pesat di wilayah DJP Kaltim melibatkan banyak pelaku usaha. “Di sini kami sangat mengharapkan peningkatan kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha dengan nilai kontribusi pembayaran pajak sebesar Rp 12,03 miliar saja yang membayar sesuai ketentuan PP 46 Tahun 2013.”

 

Secara umum di Indonesia, penerimaan daerah setiap tahun terus mengalami peningkatan. Target penerimaan tiap tahun terus dinaikkan dan bisa melampaui angka. Sesuai dengan data yang dihimpun di bidang PAD Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan (DPPKK), pendapatan secara umum yang ditarget mencapai Rp 1,98 triliun hingga akhir semester pertama tahun ini sudah terealisasi Rp 930,070 miliar atau berkisar 47,72 persen.

 

Kepala DPPKK, Hery Mijiantono, menegaskan jika pihaknya mengaku optimis taget pendapatan akan tercapai. Contohnya adalah target pajak daerah yang tadinya hanya Rp 26 miliar akan ditargetkan hingga Rp 30 miliar. “Melihat capaian yang ada, kita optimis akan tercapai bahkan melampaui target, makanya kita terus kejar penerimaan ini,” jelasnya.

 

Untuk terus memaksimalkan penerimaan daerah, khususnya dari sektor PAD, ditegaskan Djupiansyah, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi teknis yang menangani di masing-masing sektor penerimaan, baik pajak maupun retribusi daerah. Pasalnya dukungan dari SKPD teknis menurutnya sangat penting untuk memaksimalkan penerimaan.

 

“Kita terus bergerak berkoordinasi dengan instansi teknis maupun sosialisasi kepada wajib pajak terkait ketentuan menunaikan pajak,” tandasnya. ***int (Sumber: Kaltimpost)