Pria Ini Mendadak Jenius Setelah Alami Kecelakaan Otak

Pria Ini Mendadak Jenius Setelah Alami Kecelakaan Otak

Seorang pria asal Washington, Amerika Serikat bernama Jason Padgett mungkin tak pernah bermimpi kejadian ini menimpa dirinya. Tuhan menurunkan “berkah” untuknya meski melalui jalan yang tak sepenuhnya menyenangkan.


Dalam sebuah aksi penjambretan, Jason mendapat pukulan telak di kepalanya. Namun saat bangun dari pingsannya, sekarang ia jadi seorang jenius ilmu eksak. Bagaimana bisa?


Pada tanggal 13 September 2002, Jason pergi ke bar karaoke di wilayah Tacoma. Tak disangka ia menjadi korban penjambretan.


Untuk memuluskan aksinya, sang pelaku mendaratkan pukulan keras di bagian belakang kepala Jason. Jasonpun terkapar dan tak sadarkan diri.


Yang terjadi selanjutnya, saat membuka mata, Jason sadar ada hal yang berbeda dalam dirinya.


“Awalnya aku merasa heran dan khawatir. Namun, apa yang kulihat sedemikian cantik, aku berdiri kagum menatapnya," ujar Jason dikutip dari Daily Mail, Senin (21/4/2014).


Ia kini bisa melihat sisi lain dari bentuk-bentuk pola berulang dan geometris. Selain itu tiba-tiba pria yang dulu pernah drop-out (DO) kuliah tersebut juga jadi tertarik dengan disiplin ilmu berat macam fisika dan matematika.


Setelah mencari jawaban atas kejadian yang ia alami, seorang dokter bernama Dr Darold Treffert, ahli savantisme, kemudian mendiagnosis dia mengalami 'acquired savant syndrome'.


Acquired Savant Syndrome adalah sebuah kelainan yang terjadi pada perkembangan saraf seseorang. Mereka yang terpapar sindrom tersebut akan menunjukan peningkatan kapasitas berfikir diluar normalnya manusia biasa.


Kejadian serupa juga pernah terjadi pada seorang gadis asal Malaysia bernama Noraini Ismail (17). Paska kecelakan sepeda motor dan trauma benturan pada kepalanya, ia tiba-tiba menjadi fasih berbicara 4 bahasa yang sebelumnya bahkan belum pernah ia pelajari yakni bahasa China, Jepang, Korea, dan Indonesia.


Meskipun tergolong pada kelainan autism, syndrome tersebut nyatanya dapat terjadi jika seseorang mengalami trauma keras pada otaknya, seperti yang dialami Jason.


"Saya adalah bukti hidup bahwa ada kekuatan (pikiran) yang terkubur dalam diri kita semua. Jika bisa terjadi kepada saya, itu bisa terjadi pada siapa saja." Ucap Jason.


Saat ini diusia 43 tahun, Jason tak sungkan masuk ke bangku universitas dan mulai menjalani hidup barunya, sebagai seorang jenius. ***mjd (sumber liputan6)