Ya Tuhan! Indonesia di Posisi Dua Sumber Sampah Plastik Lautan

Ya Tuhan! Indonesia di Posisi Dua Sumber Sampah Plastik Lautan

Adalah pemandangan jamak di Indonesia di mana orang membuang sampah ke sumber air yang menjadi alur kehidupan jutaan binatang yang menjadi sumber makanan manusia Indonesia sendiri.

Maka tidak heran, menurut sebuah studi penting yang terbit di dalam edisi 13 Februari jurnal Scienc, negara "bermotto tepa selira dan gotong royong" ini merupakan sumber terbesar kedua dari sampah plastik dibuang ke laut di seluruh dunia setiap tahun, .

Masalah utamanya adalah pengelolaan limbah personal yang buruk, dan budaya membuang sampah sekenanya  di mana Indonesia berkontribusi di antara negara yang menambahkan 8 juta metrik ton (MMT) plastik ke laut pada tahun 2010.

Ini setara dengan "Menempatkan 5 kantong belanja plastik penuh pada setiap kaki pantai" di seluruh dunia, jelas Jenna Jambeck dari University of Georgia.

Negara penghasil sampah berdasarkan urutan :

1. Cina dengan perkiraan 1,32-3,53 MMT
2. Indonesia dengan perkiraan 0,48-1,29 MMT
3. Filipina dengan sekitar 0,28-0,75 MMT

Angka ini dihitung dengan menganalisis sumber limbah dan jumlah sampah dari orang yang hidup dalam radius 50 kilometer dari pantai 192 negara yang berbatasan laut, dan kemudian dihitung dalam kepadatan penduduk dan status ekonomi.

Studi ini meliputi negara-negara perbatasan Atlantik, Pasifik, dan Samudra India, dan Mediterania dan Laut Hitam. Yang menjadi rumah 93% dari populasi dunia.

Para peneliti
juga menemukan bahwa meskipun jutaan ton plastik dibuang ke laut, hanya antara 6.350 sampai 245.000 metrik ton (MT) yang ditemukan pada permukaan laut - sisanya mengambang di perairan yang lebih dalam atau lenyap di dasar laut, membahayakan kehidupan laut.

Jambeck mengatakan bahwa tahun 2025 dengan asumsi tidak ada perbaikan dari negara yang disebut, manusia mesti menangani 155 MMT dari plastik masuk ke laut.

Dan akhirnya adalah puncak limbah di mana semua sampah plastik menutupi lautan sebelum 2100. Sebelum itu terjadi sebagian besar manusia sudah musnah karena kehilangan sumber air bersih dan pangan.***Red (Rappler)