Wikileaks Sebut Hadi Poernomo Dirjen Pajak Terkorup, Sri Mulyani Menteri Pemberani

Wikileaks Sebut Hadi Poernomo Dirjen Pajak Terkorup, Sri Mulyani Menteri Pemberani

Dalam salah satu dokumen rilisan Wikileaks disebutkan bahwa mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo sebagai pajabat pajak terkorup di Indonesia.


Dokumen tersebut menuliskan, "Salah satu konsultan asing di Kemenkeu mendeskripsikan Purnomo sebagai 'the most corrupt in a long line of corrupt tax DG's' (Dirjen Pajak terkorup di antara Dirjen Pajak yang dinilai korup, red)."


Sedangkan dalam baris lain ditulis, "Tuan yang tak tersentuh itu akhirnya terguling. Sangat menakjubkan".


Di dunia bisnis pun, nama Hadi Poernomo juga tak kalah becek. Dituliskan banyak pebisnis yang geleng-geleng lantaran buruknya pengelolaan pajak semasa Hadi menjabat.


"Purnomo terkenal karena memiliki banyak taktik yang dilakukan dengan 'tangannya' yang kuat seperti mengancam pelarangan perjalanan para manajer pada perusahaan yang sedang diauditnya atau dengan menampilkan foto-foto properti dan kekayaan orang yang terlibat kasus pajak yang diperolehnya dari satelit," ungkap dokumen berkode JAKARTA 00005420 002.2 OF 004 tersebut.


Suara dari dalam negeri juga “terekam” dalam dokumen tersebut, seorang sumber tanpa nama menyebut Hadi Poernomo benar-benar memanfaatkan jabatannya dengan “baik”. "Dan Purnomo menggunakannya secara maksimal untuk kepentingan pribadinya. Dia bertahan di bawah 2 Presiden dan 4 Menteri Keuangan."


Dalam dokumen tersebut juga disebutkan nama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun bukan bernada negative, isi dokumen tersebut justru membeberkan keberanian Sri Mulyani untuk melengserkan dominasi Hadi Poernomo yang dinilai sudah tak layak memimpin Ditjen Pajak.


"Kemampuan Mulyani untuk menggeser Purnomo 5 bulan setelah terpilih mengkonfirmasi kesan kita bahwa di antara birokrat ekonomi di Pemerintahan RI, dia (Sri Mulyani) memiliki hubungan terkuat dengan SBY dan tampak paling berani mengambil risiko," tulis dokumen itu.


Dokumen yang diklaim merupakan asset pemerintahan AS tersebut telah menyeret seorang militer AS bernama Bradley Manning ke dalam penjara.


Manning didakwa telah melakukan upaya mata-mata, pencurian dan pembocoran asset rahasia pemerintah AS. ***mjd (sumber Detik)