Usai Krisis Politik, Thailand Akan Naikkan Pajak Tahun Depan

Usai Krisis Politik, Thailand Akan Naikkan Pajak Tahun Depan

Pemeritahan Militer Junta, Thailand, berencana akan mulai menerapkan kenaikkan pajak pertambahan nilai (valued-added tax) minimum sebesar 8% atau naik satu poin untuk tahun depan menyusul rencana pemerintah Junta menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menaikkan anggaran negara.

 

Untuk tahun fiskal mendatang, pemerintah Thailand menargetkan besaran anggran pendapatan Thailan senilai 2,88 triliun baht atau setara US $87,5 miliar. Oleh karena itu, Thailand menempuh berbagai cara untuk merealisasikan nya salah satunya menaikkan pajak pertambahan nilai. 

 

“Defisit bujet negara akan berada di tingkat minimal 300 miliar baht,” ungkap Menteri Keuangan Sommai Phasee di Bangkok, Senin (1/12/2014).

 

Besaran anggaran belanja pemerintah Thailand yang naik tersebut, tak luput dari rencana pemerintahan Junta untuk memulihkan keadaan pasca krisis politik Mei lalu yang membuat ekonomi Thailand memburuk.

 

Sejumlah program seperti program pro petani guna meningkatkan produksi pertanian, program penciptaan lapangan pekerjaan dan program proyek pembangunan sarana dan infrastruktur. Untuk semua itu, pemerintah telah mengalokasikan bujet sebesar 2,6 triliun baht dengan proyeksi defisit sebesar 250 miliar baht.

 

“Maka kita akan naikkan PPn, satu persentase poin akan cukup,” kata Sommai.

 

Tak hanya program kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Thailand juga merencanakan akan mereformasi sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan publik serta reformasi birokrasi. *** kinaya ( bisnis)