Traveller Waspada! Ini 10 Pajak Bandara yang #Sinting Bingits bag 1

Traveller Waspada! Ini 10 Pajak Bandara yang #Sinting Bingits bag 1

Tahukah Anda, bahwa beberapa pajak di dunia ada yang bisa di golongkan sebagai pajak yang #sinting, aneh aneh, dan bahkan menggelikan. Misalnya "pajak bernapas" yang diresmikan oleh bandara internasional terbesar Venezuela pekan lalu, pajak ini memicu kemarahan di kalangan pengguna media sosial.

Bandara Internasional Maiquetia di Caracas mengumumkan bahwa semua penumpang yang melewati garis bandara diwajibkan membayar pajak 127 bolivar atau sebesar Rp240 ribu per-orang, setelah keberangkatan untuk menutupi biaya sistem pemurnian udara yang baru diinstal.

Sistem ini konon akan "melindungi kesehatan wisatawan" dan menghilangkan pertumbuhan bakteri, jelas Kementerian negara wilayah Udara dan Transportasi Udara, tapi pendeknya kementerian itu memajaki oksigen di sekitaran bandara atas oksigen yang para pengunjung hirup.

Berikut adalah beberapa biaya pajak dan retribusi perjalanan udara yang konyol dan kontroversial lainnya menegaskan bahwa cara memajak orang itu rupanya banya macam:


1. Pajak Lemak Perut
Tahun lalu Samoa Air menjadi maskapai pertama untuk memajak penumpang sesuai dengan berat badan mereka. Kebijakan anehnya malah di dukung oleh warga Samoa, dalam sebuah jajak pendapat oleh Travel Telegraph dinyatakan bahwa hampir 80 persen orang orang mendukung biaya berat badan pada harga tiket pesawat.

2.  Rp 19000 untuk rokok
Pada tahun 2011, Belfast International Airport memperkenalkan biaya Rp19000 untuk penumpang yang ingin mengakses area merokok khusus, kemarahan merebak pada para perokok.

3. Kantong plastik
Luton Airport dituduh mencari keuntungan dengan jalan ganjil pada tahun 2007 ketika mulai memajak penumpang Rp9000 untuk dua kantong plastik lanatran dianggap kantung plastik memenuhi aturan tentang pembawaan cairan 100ml. Intinya penumpang mesti membayar perubahan kimia plastik yang dianggap bentuk padat dari liquid, wakakakak..

4. Carry-on luggage
Wizz Air menjadi maskapai Eropa pertama yang memajak penumpang untuk Carry-on luggage musim gugur lalu. Tas lebih besar dari 42cm x 32cm x 25cm, tetapi lebih kecil dari 56cm x 45cm x 25cm, dapat ditempatkan dalam sebuah loker di atas kepala - pada biaya Rp240 ribu .


5. "Kiss and drop"
Belfast, Birmingham, Bristol, East Midlands, Leeds Bradford, Newcastle dan bandara Luton memungut biaya para supir yang menggunakan drop-off zona. Biaya paling mahal di Leeds Bradford dan Luton. Keduanya mengenakan biaya minimal sebesar £ 2 - selama 30 menit di bekas bandara dan 15 menit di kedua. Driver yang tinggal di luar 30 menit di Leeds yang dikenakan biaya £ 5; mereka yang tinggal di luar jam harus membayar £ 10.

Waktu tunggu di Luton dibatasi pada 15 menit - mereka yang melebihi batas dapat dilempar tagihan sebesar £ 80. Jadi mestinya Anda dijemput oleh mobil balap. LOL.***Fey (sumber telegraph)