Terorisme Islam Garis Keras di Indonesia, Dari Laten Menuju Terbuka

Terorisme Islam Garis Keras di Indonesia, Dari Laten Menuju Terbuka

Ulama militan asal Indonesia yang sedang berada di penjara, Abu Bakar Bashir, telah bersumpah setia untuk mengikuti ajaran jihadis ISIS yang kini meluas di Irak dan mengklaim dukungan pada kekhalifahan yang di usung kelompok garis keras eks Al Qaidah itu.

Berita itu datang saat pemerintah Indonesia, mengumumkan langkah-langkah yang bertujuan untuk membatasi dukungan yang berkembang untuk kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), termasuk pemblokiran website yang mendukung mereka.

Indonesia telah selama bertahun-tahun berjuang dengan kelompok-kelompok radikal Islam dan telah terpukul oleh sejumlah serangan militan, termasuk peristiwa bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang, yang sebagian besarnya merupakan wisatawan asing.

Tindakan keras yang sukses selama dekade terakhir telah melemahkan banyak kelompok radikal,tetapi pihak berwenang percaya bahwa puluhankelompok radikal Indonesia telah berangkat ke Suriah dan Irak, dan sekarang merasa takut bahwa mereka dapat menghidupkan kembali jaringan tersebut.

Pihak berwenang telah menyuarakan kecurigaan bahwa Bashir, yang dianggap sebagai pemimpin spiritual militan Islam di Indonesia, mendanai kelompok ISIS, yang pada Juni mengumumkan bahwa "khalifah Islam" mengontrol Irak dan Suriah.

Ini artinya dukungan pada gerakan terorisme sudah dinyatakan terang benderang.

Bahkan pada hari Selasa (05/08), Jemaah Anshorut Tauhid (JAT), sebuah kelompok radikal yang didirikan oleh Bashir, menegaskan bahwa Bashir telah menyatakan sumpah setia pada kelompok ISIS saat berada di penjara dengan keamanan maksimum di pulau Jawa beberapa minggu yang lalu.

Bashir, seorang pendukung vokal Al-Qaeda, telah masuk dan keluar dari penjara selama bertahun-tahun dan saat ini menjalani hukuman 15 tahun karena mendanai kegiatan terorisme. ***int (Sumber: Scoop)