Teror di Paris Lemahkan Pasar Saham

Teror di Paris Lemahkan Pasar Saham

Teror mengerikan yang terjadi di Paris beberapa hari lalu berdampak buruk terhadap pasar saham. Para pelaku saham merasa khawatir dengan adanya insiden itu bakal mengganggu keamanan dan pertumbuhan ekonomi yang serba tidak menentu.
 
Seperti yang dikutip dari CNN, pasa saham Hong Kong dan Shanghai menurun hingga 2 persen. Selain itu, saham Nikkei Jepang dan Kospi Korea juga menurun 1,4 persen. Teror yang menewaskan sebanyak 129 orang dan 350 orang terluka itu juga melemahkan saham Australia ASX All Ordinaries hingga 1 persen.

Pasar saham di Jepang juga merosot karena adanya teror di Paris dan juga pertumbuhan ekonomi Jepang yang hanya sebesar 0,8 persen di kuartal III tahun ini. Sementara itu, indeks Arab Saudi Tadawul menurun hingga 2,8 persen yang kemudian disusul oleh Dubai DFM 3,7 persen.

Khusus di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat lemah yakni 33,831 poin di level 0,76 persen menuju level 4.439, 007. Sedangkan indeks LQ45 juga terlihat lemah pada saat pembukaan pagi ini, yakni 8,754 poin atau,1,15 persen menuju level 754,137.

“Peristiwa mengerikan di Paris pada akhir pekan cenderung memiliki efek tajam di pasar, tetapi dalam jangka panjang efek nyata dari risiko politik lebih mempengaruhi pasar itu sendiri,” ujar seorang strategi pasar dari IG, Evan Lucas seperti dilansir dari laman CNBC, Senin (16/11/2015).

Sementara itu, saham di Amerika Serikat (AS) juga mengalami penurunan. Futures Dow menurun 150 poin, lau S&P futures menurun 0,76 persen. Kondisi yang sama terjadi juga di pasar saham Eropa, yakni Indeks FTSE London melemah 1,8 persen, indeks DAX Jerman menurun 2 persen dan CAC Prancis turun 3,7 persen.
 
“Serangan bisa memiliki dampak yang signifikan seperti yang kita di pasar, dengan aksi jual cepat setelah serangan terjadi, sehingga akan ada penurunan sekira 100 poin lebih dari Dow dan sekira 10-15 poin lebih pada S&P,” kata tambah kepala strategi di Bubbatrading.com, Todd Horwitz.**San (Merdeka.com/Okezone.com)