TELKOM Bangun Data Center di Singapura, Itu Murni Bisnis?

TELKOM Bangun Data Center di Singapura,  Itu Murni Bisnis?

Keputusan PT. Telekomunikasi Indonesia untuk membangunan pusat data di Jurong, Singapura. Dinanggap oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai suatu hal yang tidak melanggar hukum. Pasalnya, apa yang dilakukan oleh perusahaan ber-plat merah tersebut murni untuk bisnis dan tidak ada unsur lain.

 

“Fasilitas data center di Singapura tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berada di luar negeri. Telkom tidak menempatkan sistem layanan dan sistem elektronik untuk layanan telekomunikasi nasionalnya di data center tersebut. " kata Azhar Hasyim, Direktur e-Business Ditjen Aplikasi dan Telematika Kementerian Kominfo di Jakarta, Minggu (21/6/2015).

 

Hal senada juga di ungkapkan oleh Direktur IT dan Strategic Portfolio PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Indra Utoyo. Indra mengungkapkan, data center yang dibangun dan dinamakan Telin III itu merupakan data center ketiga milik Telkom Indonesia di Singapura.

 

"Kita sudah (ekspansi) di 10 negara, dan Singapura adalah kontributor yang terbesar dari bisnis kita di internasional. Saat ini revenue hampir Rp 1 triliun. Ini bagian dari strategi ekspansi bisnis Telkom di internasional, memanfaatkan opportunity di market internasional," kata Indra.

 

Pembangunan ini dilakukan karena PT. Telkom Indonesia berhasil memenangkan bidding dari pemerintah Singapura atas proyek data center tersebut. Ini justru menunjukkan bahwa perusahaan pelat merah Indonesia tak kalah dari perusahaan di luar negeri.

 

"Ground breaking yang kami lakukan disaksikan Bu Menteri itu adalah yang pertama dari delapan area itu. Ini momen penting untuk menunjukkan bahwa BUMN kita sudah go international, ekspansi ke internasional. Dan kita sudah siap berkompetisi di pasar yang menuntut persaingan tinggi seperti di Singapura," jelas Indra.

 

Terkait adanya kekhawatiran bahwa data center tersebut akan diperuntukkan menyimpan data-data rahasia negara. Ia menegaskan, data center tersebut bersifat umum dan data center ini tidak ada kaitannya dengan Singapore Telecommunication Ltd. (Singtel). 

 

"Penggunanya masyarakat Singapura, perusahaan internet, dan market regional. Dengan Singtel, kalau boleh dibilang kami kompetitor (dalam mengikuti tender)," jelasnya. 

 

 

 

*** kny (kompas, tempo)