Tarif Dasar Listrik non-Subsidi Akan Mengikuti Harga Minyak Dunia

Tarif Dasar Listrik non-Subsidi Akan Mengikuti Harga Minyak Dunia

Tarif dasar listrik non-subsidi nampaknya akan segera diturunkan oleh pemerintah mengingat melemahnya harga minyak dan gas di pasar global. Turunnya harga minyak dunia berdampak pada turunnya harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang menjadi acuan penghitungan tarif dasar listrik.

 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman, mengungkapkan, ada kemungkinan pemerintah akan menurunkan tarif dastar bagi golongan industri non-subsidi, namun tidak akan terlalu besar, karena dollar AS kini tengah menguat dan Rupiah tengah lunglai. 

 

" Bauran energi di PLN semakin membaik, semakin menghemat biaya," kata Jarman, pekan lalu. 

 

Jarman menegaskan, mulai tahun depan sistem kebijakan penentuan yarif dasar listrik berdasarkan tarif adjusment yang bisa naik turun. Dalam sistem ini, kata Jarman, "pengaruh kurs dolar AS mencapai 75%, ICP 20%, dan inflasi 5%". Meskipun demikian, Jarman masih enggan membeberkan berapa besar penurunan tarif tersebut. 

 

Selain tarif dasar listrik, Sistem penentuan harga berdasarkan adjustment juga ditetapkan pada penentuan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Rencananya, mulai awal tahun depan pemerintah akan menerapkan skema subsidi tetap per-liter dan harga BBM disesuaikan dengan harga pasaran global.

 

Untuk saat ini, harga minyak mentah di pasar global . Harga minyak WTI di bursa New York (NYMEX) pada perdagangan Rabu (24/12) berada dikisaran US$ 55,84 per barel untuk pengiriman Februari 2015. Harga ini sudah anjlok dari titik tertinggi sebesar US$ 101,18 per barel pada 25 Juni 2014 lalu. *** kinaya (kontan)