Tak Hanya Tuntut Gaji 3 juta, Buruh Juga Tuntut Uang Pijat, Kondangan Hingga Iuran RT

Tak Hanya Tuntut Gaji 3 juta, Buruh Juga Tuntut Uang Pijat, Kondangan Hingga Iuran RT

Serikat kerja/buruh menuntut agar upah DKI Jakarta 2015 naik dari Rp 2,4 juta/bulan naik menjadi di atas Rp 3 juta/bulan. Hal ini di karenakan semua kebutuhan mulai kontrakan, tarif listrik dan lainnya naik.

 

Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Dedy Hartono, Dedy mengungkapkan, berdasarkan survey di lapangan semua kebutuhan pokok naik sehingga pantas jika buruh menuntut kenaikan upah.

 

"Survei sementara di Pasar Sukapura, Jakarta Utara harga sewa kamar kemudian pemakaian air, listrik kebutuhan kawan-kawan buruh mengalami kenaikan, fakta di lapangan semua harga tersebut naik, sehingga kita punya dasar yang kuat untuk meminta kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi) DKI Jakarta di atas Rp 3 juta karena faktanya seperti itu. Surveinya di tahun ini memang banyak terjadi permasalahan produk itu terjadi penurunan volume dan kenaikan harga," jelas Dedy, sabtu, (25/10/14).

 

Selain minta kenaikan gaji para buruh juga meminta tambahan item komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL)dari 65 menjadi 84 item. Dari permintaan terbaru yang paling konyol adalah meminta uang tunjangan pijat refleksi serta uang kondangan.

 

"KHL itu tidak saja memberikan pemenuhan kebutuhan secara fisik tetapi dari sisi sosial buruh. Kebutuhan sosial juga kita minta, selain pijat refleksi kita juga mengusulkan adanya uang kondangan masuk ke dalam 84 item KHL itu, ada uang bulanan RT/RW juga ada. Kita usulkan itu masuk karena bagian variabel kebutuhan hidup buruh," pungkasnya. *** kinaya (detik)