Tak Akan Adalagi BLSM untuk Kenaikan BBM Mendatang

Tak Akan Adalagi BLSM untuk Kenaikan BBM Mendatang

Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi untuk pemerintah baru nanti, ternyata tak akan lagi di imbangi insentif fiskal berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) kepada Masyarakat. Namun insentif fiskal tersebut akan di berikan berupa paket usaha produktif. 

 

"Kami ganti bentuknya bukan BLSM, melainkan lebih ke usaha produktif, bukan pada konsumsi rumah tangga," ujar Deputi tim transisi Jokowi - JK Eko sanjoyo, Minggu (14/9/2014) di Jakarta.

 

Menurut Eko pemberian BLSM bagi masyarakat miskin saat kenaikan harga BBM meskipun sudah tepat tapi belum maksimal dalam shot on target. dan pemerintah mendatang akan memaksimalkan hal tersebut. 

 

"Kemarin kami bicara dengan Wapres (Boediono), BLSM ini sudah by name dan by address, jadi sudah tepat sasaran. Hanya, Pak Jokowi lebih menginginkan bantuannya bersifat produktif. Ini lebih baik lagi, kan?" Ungkapnya.

 

Bantuan ini nanti menurut eko akan lebih di titik beratkan pada pengembangan SDM, misalnya berupa bimbingan kerja hingga bantuan bagi usaha kecil dan menengah. Dengan bantuan seperti ini di harapkan akan ada geliat ekonomi dari masyarakat kelas bawah. 

 

Eko mencontohkan Desa Dompu di Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil membuat perkebunan jagung di lahan tandus dengan menghasilkan 200.000 ton jagung per tahunndan bisa mengalirkan dana sebesar Rp 400 miliar per tahun.

"Apabila dibantu, misalnya dengan irigasi teknis, itu tentu akan menambah dua kali lipat pendapatan mereka," pungkas eko. *** kinaya ( sumber : kompas, metro)