Tahun Fiskal 2015: Penjualan iPhone Pesat, Blackberry Turun

Tahun Fiskal 2015: Penjualan iPhone Pesat, Blackberry Turun

Analis dari BMO Capital Markets, Keith Bachman, memperkirakan selama tahun fiskal 2015, yang akan dimulai Oktober dan berakhir pada September 2015, penjualan Apple iPhone mencapai 189 juta. Minggu lalu iPhone 6 dan iPhone 6 Plus sukses terjual 10 juta unit hanya dalam sepekan, mengalahkan rekor iPhone 5S dan iPhone 5C.

 

Meskipun angka 189 juta unit itu sudah terdengar fantastis namun analis dari JP Morgan, Rod Hall justru memprediksi angka yang lebih besar, yaitu 235 juta unit.


Lebih dari itu diramalkan phablet iPhone 6 akan menggerogoti pasar tablet yang menurut Bachman justru mengalami penurunan penjualan 9,5 juta unit pada tahun fiskal 2015 menjadi 58,3 juta unit iPad.  

 

Sementara itu, Blackberry mencatatkan pendapatan kuartal kedua tahun fiskal 2015 (Agustus 2014) sebesar US$ 916 juta atau turun 41,7 persen dari US$ 1,57 miliar setahun yang lalu dan turun 5,17 persen dari US$ 966 pada kuartal pertama tahun fiskal 2015.

 

"Pendapatan tersebut dikontribusikan dari penjualan perangkat keras sebesar 46 persen (2,4 juta unit smartphone Blackberry), layanan sebesar 46 persen, dan perangkat lunak sebesar 8 persen," tulis pengumuman resmi Blackberry, Sabtu (27/9) sebagaimana dikutip beritasatu.com.

 

Perusahaan mencatatkan penjualan layanan EZ Pass sebesar 3,4 juta lisensi untuk BES 10, atau naik 75 persen dari kuartal pertama tahun fiskal 2015. Sebesar 25 persen total lisensi terjual berasal dari platform mobile device management (MDM) kompetitor. Sementara pengguna baru layanan BBM meningkat menjadi 91 juta pengguna per bulan dari 85 juta pengguna baru per bulan pada kuartal sebelumnya.

 

Divisi solusi teknologi, perusahaan telah mengembangkan perangkat lunak QNX, Certicom(cryptography), Paratek (antena), serta hak paten portfolio dan strategi Internet of Things kedepan.

 

Secara geografis, pasar Eropa, Timur Tengah dan Afrika menjadi penyumbang terbesar pendapatan kuartal kedua tahun fiskal 2015 sebesar US$ 368 juta, disusul pasar Amerika Utara sebesar US$ 297 juta, disusul pasar Asia Pasifik sebesar US$ 140 juta dan pasar Amerika Latin sebesar US$ 111 juta.

 

Rugi bersih berdasarkan generally accepted accounting principles (GAAP) pada kuartal kedua tahun fiskal 2015 turun menjadi US$ 207 juta atau US$ 0,39 per saham.

 

Total kas, termasuk investasi jangka menengah dan jangka panjang per 30 Agustus 2014 mencapai US$ 3,1 miliar atau naik US$ 11 juta dari kuartal pertama tahun fiskal 2015 (Mei 2014). Perusahaan menggunakan kas sebesar US$ 36 juta selama kuartal kedua tahun fiskal 2015, tidak termasuk US$ 47 juta untuk biaya operasional non-strategis, atau turun dari penggunaan kas pada kuartal pertama tahun fiskal 2015 sebesar US$ 255 juta.

 

Pembelian obligasi dan sumber pendanaan lain mencapai US$ 1,6 miliar, dengan permintaan pembelian dari perusahaan yang telah berkontrak mencapai US$ 344 juta dari total US$ 1,6 miliar.