Susi Kejar Kapal Ikan Ilegal Taiwan, Pemerintah Taiwan Belingsatan

Susi Kejar Kapal Ikan Ilegal Taiwan, Pemerintah Taiwan Belingsatan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi ultimatum, Jumat (19/12) bahwa empat kapal Taiwan yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia kemungkinan akan disita jika tertangkap dan kemudian akan diledakkan dan ditenggelamkan.

Susi memberikan ultimatum tersebut dalam sebuah wawancara dengan media Singapura CNA, setelah kantornya mendeteksi empat kapal nelayan Taiwan yang kemungkinan beroperasi secara ilegal di perairan Indonesia pada hari Kamis melalui sistem identifikasi otomatis kapal.

Kapal yang diduga bernama Goang Shing Lih No. 6, Shin Jyi Ghyuu No. 36, Jin Yu Cheng, dan Yi Feng No 682, Susi menjelaskan bahwa presiden Joko "Jokowi" Widodo telah diberitahu tentang pelanggaran ini, dan presiden meminta Angkatan Laut untuk mengejar kapal Taiwan tersebut.

Dan Susi siap memastikan bahwa pemerintah Indonesia tidak segann meledakkan kapal tersebut setelah mengevakuasi para penumpangnya dalam detensi.

Susi akan halnya mengatakan keputusan untuk menenggelamkan kapal-telah melewati izin dan kewenangan Angkatan Laut dan pengadilan, serta izin dari Jokowi, namun dalam skenario yang paling moderat kapal yang melanggar akan disita.

Adapun di
Taiwan, wakil direktur jenderal Badan Perikanan Taiwan, Tsai Ri-yao, mengatakan bahwa salah satu dari empat tersangka kapal Taiwan, Shin Jyi Ghyuu No. 36, tidak tercantum dalam registry kapal nelayan Taiwan.

Adapun keberadaan tiga kapal lainnya, masih sulit dideteksi sinyalnya dari pihak Taiwan sendiri, di antaranya Goang Shing Lih No, Yi Feng No. 682  yang sebelumnya terlihat di perairan dekat Palau, dan Jin Yu Cheng yang berlayar di arah timur laut mencoba melarikan diri perairan Indonesia pada Jumat malam. Pihak Taiwan sendiri berupaya keras untuk melokasi kapal kapalnya di perairan Indonesia.

Ke depannya, Badan Perikanan Taiwan berharap Indonesia bisa memberikan kejelasan akan peraturan terkait dengan pengoperasian kapal nelayan dengan kebijakan di bawah presiden baru, sehingga pihaknya bisa memperingatkan para nelayan untuk lebih berhati-hati apabila melintasi perairan dekat Indonesia.***Fy (sumber Chinatimes)