Soros Peringatkan, Tapering di Eropa Akan Bawa Kesenjangan Ke Level Baru

Soros Peringatkan, Tapering di Eropa Akan Bawa Kesenjangan Ke Level Baru

Keputusan Bank Sentral Eropa untuk memulai program tapering QE (pelonggaran kuantitatif) sebesar 1.14 triliun menurut miliarder dan Filantropis, George Soros pada akhirnya akan memperkuat posisi ketidaksetaraan di Eropa dan memiliki konsekuensi politik yang serius.

"Ketergantungan yang berlebihan pada kebijakan moneter dan upaya untuk memperkaya pemilik properti tidak akan meringankan tekanan pada upah," jelas Soros saat konferensi pers pada Forum Ekonomi Dunia di Davos Swiss.

Menurutnya terlalu dini untuk bereaksi terhadap langkah-langkah QE di Eropa, dan bila dilakukan jelas akan memperdalam krisis kepercayaan antara si kaya dan si miskin.

Bank Sentral Eropa mengumumkan Kamis (23/01/2015) Program pelonggaran kuantitatif dari bulan Maret sebesar 1.14 triliun. Bank akan membeli utang pemerintah dan menyuntikkan 60 miliar sekuritas publik dan swasta. Langkah ini diharapkan dapat mendorong inflasi ke target 2 persen dan mengatasi resesi zona euro.

Gerakan Amal anti-kemiskinan Oxfam mengeluarkan laporan menjelang pertemuan Davos pekan ini, dan menjelaskan adanya ketimpangan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa, membelah Eropa seolah terpisah.

Menurut Oxfam, jumlah mereka yang terkaya hanya satu persen dan memiliki lebih dari setengah kekayaan dunia pada tahun 2016. Saham para orang kaya itu tumbuh sangat cepat, hanya dalam waktu lima tahun dari 44 persen menjadi 48 persen.

Forum Ekonomi Dunia di Davos sendiri telah lama dikritik oleh para ahli dan organisasi sosial, sebagai tempat rekayasa "kejahatan" mereka yang paling kaya dan berkuasa di dunia, yang sebenarnya ada di balik krisis saat ini, berkumpul di sebuah forum super mahal sementara dunia sedang krisis.

George Soros sendiri adalah orang terkaya ke-30 di dunia, menurut peringkat Forbes ', dan memiliki kekayaan pribadi sebesar $ 19 miliar pada Maret 2013.

Pekan lalu Soros mengunjungi Ukraina untuk membahas rencana penyelamatan ekonomi negara dalma konflik itu dengan para pejabat tinggi pemerintah. Negara ini menghadapi krisis ekonomi yang mendalam dan dapat berada di ambang default utang. Uang segar soros bisa menjadi daya tarik para produsen dunia untuk proses "pemulihan Ukraina"***Red (RT)