Sok Jadi Pendekar Ber-Masker, DPR DI Bully Rame-Rame

Sok Jadi Pendekar Ber-Masker, DPR DI Bully Rame-Rame

Belum terlalu lalu pimpinan DPR heboh dengan skandal Donald Trump, kini Setya Novanto Cs kembali bikin heboh. Setya Novanto Cs kembali 'nyeleneh' namun kini saat rapat di gedung DPR pada Jum'at, 30/10/2015. Dalam Rapat pembahasan Rencangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( RAPBN 2016 ). Kempat pimpinan sidang tersebut mengenakan masker layaknya petugas fogging- nyamuk DB yang mendatangi kampung-kampung dimusim penghujan.

 

Maksud hati baik ingin menunjukkan rasa simpati kepada korban asap, namun apa daya, keempat pimpinan ini salah Kostum dan momentum. Alih-alih mendapatkan pujian dan tepuk tangan karena telah menunjukkan rasa kemanusiaan terhadap korban bencana asap. Orang-orang ini justru di cibir dan di bully karena dianggap hanya pen-cintraan saja. 

 

Lini media sosial pun heboh mengkritik para politisi ini. Kawan sesama anggota DPR mereka pun mengolok-olok. Apalagi lawan politik mereka. "Kenapa tidak sebulan yang lalu?” teriak Sekretaris Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Syarif Alkadrie dalam interupsinya. 

 

Tak dapat di pungkiri, saat bencana asap sedang parah-parahnya, tak ada satupun anggota DPR pusat yang menyambangi wilayah terdampak kabut asap. Bahkan untuk mengunjungi rekan sesama anggota DPR Daerah (DPRD) mereka punn enggan, apalagi sampai menengok masayarakat yang diwakilinya. 

 

Masayarakat umum pun menyibir mereka pedas melaui situs jejaring sosial twitter. "Aku mah respek banget sama Ketua DPR yang walau masih perawatan dan pakai masker tapi tetep hadir di sidang pic.twitter.com/wyq9zkdkwF — VictorKamang™ (@victorkamang) October 30, 2015

 

" Mumpung SN di DPR sedang pencitraan pakai Masker, Gimana kalau kita kirim Fogging ke DPR sekarang :) #StopCariMuka — IG: ShafiqPontoh (@ShafiqPontoh) October 30, 2015 

 

" Demi solidaritas kemelut asap, pimpinan DPR rapat pakai masker. Lalu, kl bencana banjir,mrk rapat hrs gunakan apa? — Shoshana Arbukot (@absolutia) October 30, 2015 

 

"Semoga nanti rapat DPR ttg Pengentasan kemiskinan, Pimpinan DPR kompak pake baju gembel, Rapat pemberantasan korupsi pake borgol... Cocok.. — Yunarto Wijaya (@yunartowijaya) October 30, 2015 

 

" Dan..pimpinan DPR nggaya pake masker saat sidang. Selain telat bereaksi dramatis kyk gitu, juga konyol. — unilubis (@unilubis) October 30, 2015 

 

" Aksi tidak tdk.lucu. Seakan2 kebakaran hutan/lahan tdk ada andil DPR yg buat UU yg terkait dg penyebab kebakaran tsb https://t.co/KNiByte8Zz — Muhammad Said Didu (@saididu) October 30, 2015

 

Pembulyan ini bukan suatu kesalahan, karena jika ditelisik lebih lanjut, DPR lah yang mengizinkan pembakaran lahan. Pasalnya anggota DPR lah yang mengesahkan Undang-Undang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Penggelolaan Lingkungan Hidup yang mana dalam bagian Ketiga tentang Larangan pada UU tersebut, khususnya pasal 69 ayat (2) yang mengizinkan seseorang membakar lahan. ( Pasal 69 ayat 2) " Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (h) memperhatikan dengan sungguh-sungguh kearifan lokal di daerah masing-masing ." Penjelasan tentang "Kearifan lokal" ini adalah:

 

" Kearifan lokal yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah melakukan pembakaran lahan dengan luas lahan maksimal 2 hektar per kepala keluarga untuk ditanami tanaman jenis varietas lokal dan dikelilingi oleh sekat bakar sebagai pencegah penjalaran api ke wilayah sekelilingnya."

 

Berdasarkan Undang-Undang inilah sejumlah pemerintah daerah membuat peraturan turunan terkait legalisasi tindakan pemabakakarn hutan. Jadi memang pantas mereka di bully. ... *** kny (rappler)