Soal Ukraina, Dukungan China untuk Rusia Nanggung

Soal Ukraina, Dukungan China untuk Rusia Nanggung

Hanya sebulan yang lalu hubungan dekat antara Rusia dan China disoroti, dengan Presiden China Xi Jinping bersumpah bahwa kedua negara akan "terus memperdalam konsultasi dan kerjasama mengenai isu-isu internasional utama dan bersama-sama menjaga dunia dan perdamaian regional, keamanan, dan stabilitas."

 

Setelah invasi Rusia di semenanjung Crimea, perdamaian dan kerjasama malah tidak terlihat.

 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Rusia dan China telah "secara luas bertepatan sudut pandang" sejak Rusia mengirimkan pasukan ke provinsi Ukraina, sebuah langkah yang menggusarkan bagian lain di dunia dan telah dikecam oleh negara-negara Barat. China, bagaimanapun, telah jauh lebih berhati-hati.

 

Kementerian luar negeri China mengatakan dalam briefing pada tanggal 2 Maret 2014 bahwa China "menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Ukraina," sebelum menambahkan agar meminta kedua pihak menggunakan "dialog dan negosiasi didasarkan pada penghormatan terhadap hukum dan norma-norma internasional yang mengatur hubungan internasional untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas regional."

 

Pada Senin malam (03/03/2014), juru bicara kementerian luar negeri Qin Gang tampaknya mengecilkan dukungan China lebih jauh. Inilah bagian dari media briefing:

 

T: Parlemen Rusia menyetujui penggunaan kekuatan melawan Ukraina. Apakah China menawarkan dukungan diplomatik ke Rusia? Apakah China mengakui pemerintahan Ukraina yang baru?

 

J: Pada pertanyaan pertama Anda, silakan lihat komentar yang saya buat kemarin. Sehubungan dengan isu Ukraina, kami menjunjung tinggi prinsip-prinsip lama diplomatik China dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, dan juga memperhitungkan sejarah dan kompleksitas masalah. Hal ini adil untuk mengatakan bahwa posisi kami, yang obyektif, adil, dan damai, mengikuti baik prinsip dan fakta.

 

Ditanya Senin petang apakah ia percaya Rusia melanggar hukum internasional, Qin hanya berkata, "Saya ingin menunjukkan bahwa kita sadar akan fakta-fakta sejarah dan kompleksitas realistis isu Ukraina. Ada alasan mengapa situasi di Ukraina seperti itu."

 

Ada alasan praktis dan strategis bagi China untuk menahan dukungan untuk serangan Ukraina Rusia. Beijing telah mengembangkan hubungan komersial dan militer dengan Kiev, membeli gandum dan persediaan militer dan juga memberikan pinjaman besar ke Ukraina. China juga mungkin khawatir tentang preseden Rusia yang membenarkan aksi militer untuk menjamin keamanan etnis Rusia-yang banyak dari mereka hidup di perbatasan dengan China sepanjang 4.195 kilometer. (IMS)

 

Oleh Heather Timmons di http://qz.com/183657/chinas-support-for-russias-ukraine-incursion-is-half-hearted-at-best/