Setelah Apple Kini Giliran Amazon Tersangkut Kasus Pajak

Setelah Apple Kini Giliran Amazon Tersangkut Kasus Pajak

Komisi Eropa kini menambahkan Amazon.Inc kedalam string perusahaan multinasional yang kegiatan pembayaran pajak nya dipertanyakan. Mereka tengah menyelidiki apakah Luxembourg memeberikan keringanan pajak khusus kepada Amazon mengingat banyak negara dicurigai melakukan hal tersebut. 

 

Penyelidikan ini akan menyelidiki lebih dalam apakah Luxembourg telah mengingkari kesepakatan bersama antara negara - negara Uni Eropa perihal peraturan pajak. Penyelidikan ini sama halnya dengan yang dilakukan Uni eropa terhadap Apple di Ireland dan Starbuck di Belanda.

 

Sebenarnya menurunkan tarif pajak untuk memikat investor dan bisnis tidak dilarang atau legal menurut peraturan perpajakan Uni Eropa.

Namun, memberikan penawaran khusus kepada satu perusahaan dan tidak tersedia untuk perusahaan lain maka, hal tersebut dapat di jerat hukum karena memberikan apa yang disebut dengan "bantuan Ilegal".

 

Penyelidikan Amazon ini menunjukkan Uni eropa tengah melakukan pengawasan besar-besaran terhadap perusahaan teknologi Amerika di Eropa. Dimana angota parlemen secara rutin mempertanyakan Praktek pajak mereka, kebijakan privacy mereka, dan dominasi mereka di pasar.

 

Sebelumnya Amazon juga menghadapi kritik di Jerman, di mana serikat pekerja lokal disana telah mogok selama 18 bulan terakhir. Amazon dituduh telah curang dalam kompetisi antara perusahaan lokal disana.

 

Namun dalam sebuah pernyataanya, Amazon mengatakan belum menerima perlakuan pajak khusus dari Luxembourg. "Kami tunduk pada hukum pajak yang sama seperti perusahaan lain yang beroperasi di sini, " kata perwakilan Amazon. Departemen Keuangan Luxembourg juga mengatakan hal yang sama.

" tuduhan komisi eropa tidak berdasar jika tanpa penyelidikan. Tidak ada pemberian pajak khusus kepada Amazon. " ungkapnya.*** kinaya (newyork times)