Selama 68 Tahun Berlalu, Bom dari PD II masih Rutin Membunuh di Jerman

Selama 68 Tahun Berlalu, Bom dari PD II masih Rutin Membunuh di Jerman

Siapa sanggup menyangka, para warlords seperti Hitler, Stalin, Churcill, dan Roosvelt masih punya pengaruh begitu hebat pada ummat manusia. Termasuk masih rutin membunuh, walau sudah 68 Tahun lewat. Kejeniusan Hitler dibuktikan kembali saat bom yang berasal dari Perang Dunia II meledak dan membunuh satu orang serta melukai 13 lainnya di Jerman.

 

Bom tersebut meledak di kota Jerman Euskirchen,  Jumat kemarin (03/12/2014), mengakibatkan satu orang korban yang juga pengemudi buldoser tewas oleh ledakan, setelah dengan sengaja dia mencolok bom tersebut lantaran penasaran,. Associated Press juga melaporkan. Tiga belas orang lainnya terluka, dengan dua orang kritis. Ledakan itu juga merusak rumah-rumah dalam radius 400 meter.

 

Diduga masih ada Bom bom lainnya yang belum ditemukan, dan menyaru sebagai sampah perang di Jerman hampir 70 tahun setelah perang usai. Dalam data National Geographic, sekitar 2.000 bom sudah ditemukan hanya di kota Berlin saja.

 

Lalu pada bulan November, 20.000 orang harus diungsikan dari Dortmund ketika polisi menemukan 4.000 pon bom Sekutu.

 

Mereka menjinakkan bom sebelum ada yang terluka. "Di sini, di Berlin, sudah jadi fakta kehidupan sehari-hari untuk meredakan bom sisa perang," kata seorang juru bicara polisi Berlin kepada CNN, setelah pihak berwenang menjinakkan sebuah bom buatan Rusia yang ditemukan kurang dari enam meter dari rel kereta api di pusat kota.

 

Lantaran ancaman bom sisa Perang Dunia II itu begitu umum, saking umumnya begitu sering pula perusahaan menyewa agen agen swasta penjinak bom, untuk memeriksa apakah tanah dan situs dari kantor yang hendak mereka bangun aman, sebelum konstruksi atau suatu proyek mulai efektif di kerjakan. 68 tahun lewat, usia bom masih awet muda, itu yang jadi masalah.***