Sedih, Nelangsa, 50% Warga Negara Tidak Bayar Pajak

Sedih, Nelangsa, 50% Warga Negara Tidak Bayar Pajak

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pembayaran pajak begitu memprihatinkan. Direktur Jendral Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengungkapkan, dari 100% warga Indonesia hanya 50 % yang taat bayar pajak. Hal ini berdasarkan data yang ada pada kementerian keuangan.

"Wajib pajak yang tidak membayar lebih dari 50 persen, bayangkan setengahnya tidak membayar pajak," ucap Rahmany saat Press Conference Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Pajak dan Badan Reserse Kriminal Polri di kantor Pusat Ditjen Pajak hari ini.

Fuad Juga menyayangkan rendahnya tingkat ketertiban dan kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu. "Yang menjadi permasalahan adalah tingkat kepatuhan wajib pajak masyarakat Indonesia sangat rendah," tegas Fuad.

Padahal pendapatan negara dari pajak merupakan pendapatan utama untuk mengisi dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal ini tentu sangat menyedihkan.

Jika hal ini terus berlangsung maka infrastruktur di negara ini tidak akan pernah maju dan berkembang karena anggarannya selalu mengalami defisit. Sedangkan masyarakat terus menuntut pemerintah untuk memajukan infrastruktur dan pemerataan pembangunan.

"Selain penerimaan pajak kurang, ini masalah ketidakadilan yang serius, yang harus diselesaikan dengan segara. Kita mau akselerasikan. Apalagi pak Kabareskrim (Suhardi Alius) sangat serius untuk bantu ini.

Ini kita akan tingkatkan, ini kerjasama bukan pertama kali. Sehingga ketidakadilan bayar pajak tidak terjadi di negeri ini," pungkasnya. *** kinaya ( sumber : okezone)