Satya Nadella, Calon Terkuat CEO Microsoft

Satya Nadella, Calon Terkuat  CEO Microsoft

Apakah Microsoft akan memiliki CEO baru pengganti Steve Ballmer? Spekulasi yang merebak di kalangan dalam, merujuk pada Satya Nadella, wakil presiden eksekutif perusahaan yang digadang gadang akan mengambil posisi Ballmer. Siapakah Satya?

 

Satya Nadella orang keturunan India, dibalik munculnya Bing sebagai mesin pencari utama Microsoft menyaingi google, adalah kandidat utama dari jabatan ini. Bahkan tidak sampai di situ dalam laporan dari Bloomberg, juga ada yang mengatakan kemungkinan Microsoft mengganti ketua dewan, yang tidak lain pendiri Microsoft, Bill Gates .

 

Satya digadang gadang para analis karena kemampuannya yang menarik, dIa telah menjadi nomor satu dalam daftar kandidat internal untuk perusahaan sejak pengumuman awal. Mengingat latar belakangnya sebagai kepala divisi cloud service dia jelas punya pengalaman untuk melanjutkan arah Microsoft dari sisi perangkat lunak, seperti Office, dan dunia Web.

 

Posisinya telah membuatnya menjadi panglima besar di salah satu pertempuran terbesar Microsoft – yakni menjaga klien perusahaan dalam menghadapi tantangan dari para panglima kelas berat teknologi lain seperti Google dan Amazon.

 

Selama masa jabatannya, kelompok dan Cloud Enterprise telah menjadi salah satu yang paling menguntungkan perusahaan - tahun lalu meraup $ 20.3 milliar pendapatan, dengan pendapatan operasional sebesar $ 8,2 milliar.

 

Sebagai seorang veteran yang berada dalam perusahaan selama 22 tahun lamanya, Bloomberg melaporkan, dia dianggap sebagai pengganti yang baik yang energik, berpikiran maju, serta punya watak eksekutif tingkat atas. Dia juga memiliki keunggulan sebagai orang dalam yang sepenuhnya memahami budaya yang kompleks dari Microsoft dan tata letak - dan karena itu pula mungkin tahu juga titik lemah Microsoft.

 

Dari semua hal tersebut yang kompleks, Nadella adalah pilihan yang kuat, selain kuat juga yang aman. Dan menjadi penerus kontrak demi kontrak dari mereka yang berpikir Microsoft tidak membutuhkan perubahan dramatis.

 

Setelah CEO Steve Ballmer mengumumkan niatnya untuk mundur dalam waktu satu tahun mendatang, ada desas desus dari dalam perusahaan ajuan nama untuik menggantikannya, termasuk Allan Mulally, Stephen Elop, hingga Steve Mollenkopf. Tapi para eksekutif itu perlu kulonuwun dahulu pada Satya Nadella.

 

Jika Nadella siap untuk mengambil posisi teratas, dia harus menunjukkan kemauan untuk bergerak cepat saat bekerja, tidak gampang marah dan reaktif pada hasil yang ada, dan ini sebuah tantangan yang tersulit bagi siapa pun eksekutif di permukaan bumi, jika dia harus menghadapi Google dkk sebagai lawannya.***Fey