Rupiah Memang Jatuh, Tapi Jauh Lebih Perkasa Dibanding Yen dan Ringgit

Rupiah Memang Jatuh, Tapi Jauh Lebih Perkasa Dibanding Yen dan Ringgit

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika memang tengah menukik tajam. Dalam perdagangan di pasar valas kemrin, rupiah terus tertekan hingga mendekati level 13.000 rupiah per dollar. Sebelum akhirnya BI mengeluarkan keputusan untuk mengcuroan dana kepasar uang untuk meredam gejolak rupiah.

 

Namun jika diteliti secara global, penurunan rupiah ini bukan hanya terjadi di Indonesia, hampir semua mata uang negara-negara di Asia keok dengan keperkasaan dollar.sebut saja Yen Jepang, dan ringgit Malaysia yang mengalami penurunan paling tajam atau di atas 2 persen.

 

Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, depresiasi rupiah ternyata masih lebih "lumayan" dibandingkan yen dan ringgit. Meskipun menurut majalah the richest, depresiasi rupiah ini telah membuat nya dinobatkan sebagai mata uang sampah.

 

Bambang sendiri menjelaskan, Iklim keuangan global memang tengah tertekan karena menguatnya dollar. Perbaikan ekonomi Amerika serikat ternyata lebih cepat dari perkiraan, hal inilah yang membuat investor menarik dananya di negara berkembang dan menanamkannya di Amerika.

 

"Ibaratnya, dolar Amerika pulang kampung, "mudik"-nya dolar Amerika ini sangat berpengaruh karena, sebelumnya, negara-negara berkembang dianggap sebagai tempat yang paling prospektif untuk bisnis saat ekonomi Amerika melemah." Ujar Bambang di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa, 16 Desember 2014.

 

Faktor lain yang menyebabkan rupiah melemah adalah merosotnya mata uang Rusia, rubel, terhadap dolar. Bambang mengatakan kondisi ini menyebabkan Rusia menaikkan suku bunga acuan hingga 650 basis point dari 10,5 ke 17 persen. "Implikasinya, investor pasti akan berpikir untuk memindahkan portofolio ke Rusia," ucapnya.

 

 

Menurut catatan di pasar spot, penurunan rupiah dalam satu bulan terakhir mencapai 3,6 persen, ini lebih baik jika dibandingkan yen dan ringgit yang turun masing-masing 8,3 persen dan 4,1 persen. Setahun terakhir, rupiah turun 5,6 persen. Sementara yen dan ringgit merosot 13 dan 8,3 persen. *** kinaya (tempo)