Rotterdam Siap Bantu Modernisasi Pelabuhan Tol Maritim Jokowi

Rotterdam Siap Bantu Modernisasi Pelabuhan Tol Maritim Jokowi

Otoritas Pelabuhan Rotterdam yang merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, dan menjadi bagian dari kejayaan Liga Hansa, menandatangani perjanjian kemitraan dengan Pelabuhan Pelindo I Indonesia di Medan, Sumatera Utara, dalam pengembangan pelabuhan laut dalam Kuala Tanjung.

Otoritas Rotterdam kini tengah melakukan studi kelayakan untuk pelabuhan baru bersama-sama dengan Pelindo I. Yang artinya keduanya membentuk lembaga proyek bersama yang akan dibuat untuk tujuan pembangunan.

Lembaga ini diisi oleh sejumlah karyawan pelabuhan otoritas lokal dan berbasis di Rotterdam.
Tergantung pada hasil studi kelayakan, pihak otoritas akan menilai apakah mereka akan lebih lanjut masuk ke dalam usaha patungan dengan Pelindo I dalam realisasi pelabuhan yang lebih maju.

CEO Allard Castelein menandatangani perjanjian atas nama Otoritas Pelabuhan:

"Kita ingin berbagi pengetahuan dalam pembangunan, pengembangan dan pengelolaan Kuala Tanjung.
Kita yakin bahwa Otoritas Pelabuhan dan Pelindo I akan membentuk tim yang kuat yang akan melayani masa depan Indonesia"

Castelein akan mengambil bagian dalam delegasi Rotterdam yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia di bawah kepemimpinan Ahmed Aboutaleb. Walikota Rotterdam yang hadir selama penandatanganan dan menunjukkan bahwa ia berharap bahwa pelabuhan baru in iakan menciptakan banyak lapangan kerja baru di Sumatera.

"Ini adalah kesempatan yang baik untuk mengembangkan kegiatan baru dan menarik investor." Pungkasnya.

Kuala Tanjung adalah pelabuhan yang baru dikembangkan dekat kota Medan yang terletak di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Pelabuhan ini menjadi bagian dari ambisi maritim presiden Joko Widodo, yang menjadi ujung tombak kebijakan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi (6-7 persen per tahun).  Kuala Tanjung sendiri adalah salah satu proyek utama dalam strategi maritim nasional Jokowi.***Red (maritim executive)