Resmi! Jokowi gandeng Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla Jadi Cawapres

Resmi! Jokowi gandeng Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla Jadi Cawapres

Akhirnya teka teki panjang yang melintir melintur di banyak media massa, yang menyisakan gamang, galau, resah, gelisah waswas, baik kepada para pendukung maupun para penolaknya terjawab sudah. Gubernur Jakarta Joko "Jokowi" Widodo yang juga calon presiden dari koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  hari ini Senin (19/05), hanya berselang sehari dari batas akhir pendaftaran Capres, menggandeng H. Jusuf Kalla sebagai Cawapresnya.

Acara peresmian tersebut berlangsung di Gedung Juang 45, di Menteng Jakarta Pusat, dan sempat menyedot perhatian masyarakat sekitar hingga membuat macet jalan.  Pada sambutannya, Jokowi mengakui bahwa pilihannya itu sudah di perdebatkan matang matang semalam sebelumnya bersama unsur partai koalisi pendukung dan ketua umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

"Tadi malam kami putuskan, calon wakil presiden yang mendampingi saya Bapak Drs Haji Mohammad Jusuf Kalla," jelasnya. Ungkapan "kami" itu menegaskan bahwa Jokowi tidak bisa memilih calon wakilnya sendiri, melainkan diputuskan bersama.

Pertimbangan utama tentunya akan banyak di bahas dari berbagai sisi. Elektibitas hingga profesionalitas. Bahkan boleh jadi dipilihnya JK bisa menjadi tameng kepada Jokowi yang diserang hebat di media sosial berkaitan dengan sisi religiusnya. Dengan diangkatnya Jusuf Kalla, yang juga  Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, dan salah seorang pengurus PWNU Sulsel, serangan SARA berhenti dengan sendirinya.

Namun bagi sebagian pendukung Jokowi, peresmian Jusuf Kalla sebagai calon Jokowi ini sebagai "degradasi" karena mereka berharap calon Jokowi sesama anak muda sebagaimana kiprahnya selama ini. Bramantyo Prijosusilo misalnya, seniman yang berhasil mempertemukan Jokowi dengan Iwan Fals itu menganggap, majunya Jusuf Kalla menjadi titik lemah Jokowi.

"Orde Perubahan yang diharapkan akan dipimpin Jokowi tidak mungkin terwujud, dan sebagai gantinya (bila menang pilpres) akan terbentuk Orde Buyuten."

tulis Bramantyo di laman Facebooknya (19/05). Lepas dari segala kontroversi yang tersisa untuk selanjutya Jokowi akan segera mendaftarkan diri secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).***

tadi malam telah kami putuskan, calon wakil presiden yang akan mendampingi saya adalah Bapak Drs Haji Mohammad Jusuf Kalla,"