Realisasikan Tol Laut di Wilayah Timur, Jokowi Akan Resmikan Makasar New Port

Realisasikan Tol Laut di Wilayah Timur, Jokowi Akan Resmikan Makasar New Port
Presiden Joko "Jokowi" Widodo dijadwalkan akan meresmikan tol laut Indonesia bagian Timur, tepatnya di Makassar New Port (MNP) pada 20 Mei mendatang.  MNP ini dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV).

Pelabuhan ini merupakan perluasan dari pelabuhan yang ada
lebih besar 150 hektar, dan menjadi bagian dari upaya Pelindo IV untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas shiping dan kargo di Sulawesi Selatan dan menuju berbagai pulau pulau di Indonesia bagian timur.

Pelabuhan Indonesia IV sendiri selama ini mempunyai wilayah kerja 45 persen wilayah Indonesia dalam hal pengiriman logistik ke pelbagai pulau. Oleh karena itulah, Makassar New Port ini semakin diperkuat. Bahkan akan diintegrasikan dengan pelbagai proyek-proyek infrastruktur lain seperti jaringan kereta api di Sulawesi demi membuat distribusi barang lebih murah, dan mengentaskan kemiskinan sistem logistik nasional.

"Proyek ini tidak hanya untuk Makassar. Proyek-proyek pembangunan infrastruktur akan dilakukan di semua wilayah dan dijalankan oleh Pelindo IV. Ini juga merupakan cara untuk mendukung program jalan tol laut Presiden," ujar Kepala Pelindo IV Mulyono sebagaimana dikutip Tempo.

Tidak hanya itu, Bank pemerintah juga memberikan kucuran kredit dalam proyek pengembangan yang ditangani Pelindo IV.
Bank Mandiri misalnya akan menyalurkan dana sertaan Rp 3 triliun  dalam bentuk pinjaman bertenor 7.5 tahun untuk Pelindo IV demi mendukung proyek-proyek pengembangan.

Perlunya perluasan pelabuhan dikarenakan kapasitas Pelabuhan Makassar selama ini tergolong kelas lokal, hanya memuat kapasitas 700 ribu TEU's. Pada pengembangan MNP tahap 1 maka kapasitas ini bisa meningkat jadi 1,5 TEU's, dan seterusnya sampai ke tingkat pelabuhan shipping Internasional.

"Dengan kapasitas lebih tersebut, MNP bakal membantu mengurangi kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Karena selama ini yang terjadi, barang-barang dari Ambon, Kendari menumpuk di Surabaya sebelum diekspor. Setelah ini, akan dialihkan ke Makassar," Tandas Mulyono.***Red (Metronews, Tempo)