Rawan Gratifikasi, KPK Soroti Kementerian ESDM

Rawan Gratifikasi, KPK Soroti Kementerian ESDM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena dinilai rawan dengan kasus gratifikasi. Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengatakan, Kementerian ESDM adalah salah satu institusi yang diprioritaskan oleh KPK terkait pemberantasan korupsi.


“Sampai saat ini masih melihat di Kementerian ESDM tindakan penerima dan menerima gratifikasi yang dibungkus seolah bukan gratifikasi,” ujar Zulkarnaen yang ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/4).


Untuk itu, Zulkarnaen mengimbau agar semua pegawai di Kementerian ESDM melaporkan semua bentuk gratifikasi, guna mencegah terjadinya praktik korupsi.


“Apapun bentuk gratifikasi yang menyangkut jabatan seorang penyelenggara negara atau PNS wajib ditolak. Tapi kalau terlanjur menerima, dalam 30 hari harus dilaporkan ke KPK, kalau tidak itu sudah dianggap suap sampai bisa dibuktikan sebaliknya oleh penerima,” kata dia.


Zulkarnaen mencontohkan, salah satu bentuk gratifikasi adalah ucapan rasa terima kasih berupa uang dan akomodasi.


“Tentunya dengan Whistleblowing System Online yang dibentuk dan Unit Pengendalian Gratifikasi Kementerian ESDM ini, KPK sangat mendukung karena mencegah tindakan korupsi terjadi,” pungkas dia.


Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said berharap, selepas menjabat sebagai menteri nanti, ia tidak menjadi incaran para aparat.

“Maka ketika saya pensiun nanti, saya mau pensiun dengan tenang. Agar tenang, amanah yang diberikan harus dijalankan sebaik-baiknya,” ujar Sudirman Said, di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/4). ***San (Sumber: Merdeka.com & Detikfinance.com)