RAPBN 2015 Jebakan Politik untuk Jokowi?

RAPBN 2015 Jebakan Politik untuk Jokowi?

Suasana tegang antara pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pemerintahan transisi presiden terpilih 2014 Jokowi - Jusuf Kalla mengenai RAPBN 2015, nampaknya semakin nyata.

Tim transisi Jokowi - Jk menganggap SBY tidak jujur dan membohongi publik. Deputi Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pemerintahan SBY memiliki hutang sebesar Rp.48 triliun kepada pertamina dan dana bagi hasil sebesar Rp. 11 triliun rupiah.

Namun tidak di jelaskan dalam pidato. Hasto berpendapat,  Semua hutang ini terjadi kerena pemerintahan SBY terlalu banyak menggelontorkan dana untuk subsidi BBM.

"Belum lagi utang ikutan terhadap Pertamina yang mencoba ditutup-tutupi dengan besaran sekitar Rp 48 triliun akibat beban subsidi BBM tahun lalu yang belum diselesaikan hingga saat ini. Selain itu, APBN dirancang defisit anggaran sebesar Rp 257 triliun," ungkap hasto melalui siaran pers.

Hasto juga mengungkapkan jika Presiden SBY hanya membuat 'jebakan politik' untuk pengganti nya melalui subsidi BBM dan ruang fiskal yang sempit.  

"Nampaknya, postur anggaran yang diusulkan tersebut justru sebagai gambaran 'jebakan' politik populis yang terakumulasi sejak tahun 2008. Bahkan dalam politik belanja pun nampak besarnya pengeluaran wajib yang hanya menyisakan sedikit ruang untuk menciptakan kemakmuran untuk rakyat," ujar Wakil Sekretaris Jendral PDI-Perjuangan itu.

Namun hasto mengatakan, jika pemerintahan yang baru sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi semua itu hal tersebut. ***kinaya ( sumber : tribune)