Pupud Bermuda: Hukum Tak Cukup, Perangi Pembajakan Perlu Strategi

Pupud Bermuda: Hukum Tak Cukup, Perangi Pembajakan Perlu Strategi

Kabar gembira untuk industri musik Indonesia berhembus kencang setelah pada Senin (23/11/2015) kemarin pemerintah secara tegas menutup 22 situs musik ilegal. Mereka disinyalir telah merugikan negara miliaran rupiah akibat kejahatan pembajakan yang dilakukannya.

 

Direktur Bermuda Musik, Puji Adi Andaya menanggapi gembira langkah tegas ini. Menurutnya hal ini patut menjadi perhatian dan dukungan terutama dari kalangan industri musik nasional untuk terus mengawal pelaksanaan undang-undang hak cipta di lapangan.

 

Lebih dari itu pria yang akrab disapa Mas Pupud ini menambahkan selain langkah penegakan hukum, diperlukan juga strategi yang efektif untuk meminimalisir pembajakan.

 

Menurut pengalamanya salah satu strategi yang efektif itu ialah dengan “mengawinkan” produk rekaman musik dengan produk restoran cepat saji dalam satu paket (bundling). Menurutnya cara ini sudah berhasil dilakoninya selama 2 tahun lebih bersama Texas Chicken Indonesia.

 

“Perkembangannya sekarang makin banyak artis yang ingin titip edar di Texas Chicken. November ini ada Slank, Desember Ada Band. Berikutnya Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Kotak, Cita Citata,” ujar pria yang akrab disapa Pupud ini saat ditemui di Texas Cikini, Jakarta pada Senin (23/11/2015).

 

Senada dengan itu marketing communication Texas Chicken, Benny Rahardian mengatakan sejak April 2013 sudah 7 artis yang sukses menjualkan CD-nya di Texas yaitu: Ada Band, D’Bagindas, Andra and The Backbone, D'Masiv, Geisha, Hijau Daun dan Five Minutes.

 

“Semua penjualannya bagus-bagus,” ujarnya seraya menuturkan 30 tahun usia Texas Chicken kini sudah memiliki 93 outlet di 32 Kota se-Indonesia.

 

“Tentunya hal ini sangat menguntungkan, selain bisa menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, cara penjualan ini juga diharapkan turut meminimalisir pembajakan,” imbuhnya.

 

Texas Digimusic

 

Saat ini, sambung Benny, pihaknya tengah bekerja sama dengan PT. Rumah Musik Indonesia untuk menerbitkan produk “Texas Digimusic” yang merupakan layanan streaming musik berbasis aplikasi android yang nantinya juga tersedia dalam platfrom iOS, Windows dan Blackberry. Produk tersebut hanya bisa diakses oleh kupon/ voucher yang dibeli dari paket Texas Chicken.

 

Menurut Benny cara ini adalah terobosan untuk memerangi pembajakan. Di tengah industri  musik yang kurang bergairah dimana penjualan kaset, CD secara fisik maupun produk intangible berupa RBT mengalami kelesuan, cara ini menurut Benny adalah alternatif bagi label maupun artis untuk meningkatkan pendapatannya.

 

Dengan cara ini pula Texas Chicken Indonesia mengakomodir semua artis baru maupun artis lama yang ingin titip edar di outlet Texas. Ia mengaku pihaknya sudah bekerjasama dengan banyak pihak untuk mengembangkan produk ini.  

 

“Sudah siap semua tinggal launching aja. Tunggu saja tanggal mainnya di Desember nanti,” pungkasnya.[bg]