Presiden Perancis Umumkan Cerai dengan Ibu Negara

Presiden Perancis Umumkan Cerai dengan Ibu Negara

Presiden Perancis, Francois Hollande, mengumumkan perpisahannya dengan ibu negara, Valerie Trierweiler, Sabtu (25/1/2014) menyusul tuduhan dari berbagai media yang menyebutkan bahwa ia berselingkuh dengan seorang aktris terkenal di Perancis.

 

“Saya ingin memberitahukan bahwa hubungan saya telah berakhir dengan Valerie Trierweiler,” ujarnya kepada kantor berita Agence France Presse.

 

Hollande berusaha untuk mengakhiri gejolak yang dimulai dua minggu lalu tersebut ketika sebuah majalah menerbitkan laporan bahwa ia berselingkuh dengan aktris film cantik yang merupakan pendukung Partai Sosialis, Julie Gayet.

 

Pertanyaan atas kehidupan pribadi Hollande telah mengalihkan perhatian publik dari pergerakan Presiden yang sebenarnya bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi mereka di area terbesar kedua di zona euro dalam menghadapi tingginya pengangguran.

 

Konferensi pers yang diniatkan untuk sesi tanya jawab mengenai hal tersebut malah terus dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan pribadi Hollande, termasuk ketika ia melakukan perjalanan ke Roma untuk bertemu dengan Paus pada hari Jumat (24/1/2014).

 

Mengumumkan perpisahan ini, Hollande mengatakan ia berbicara sebagai individu dan bukan sebagai kepala negara karena hal ini menyangkut kehidupan pribadinya.

 

Trierweiler, seorang kolumnis seni berusia 48 tahun untuk majalah mingguan Paris Match, tidak menikah dengan Hollande tetapi mereka telah bersama-sama sejak tahun 2006. Dia berperan sebagai ibu negara di acara resmi setelah pemilihan pada bulan Mei 2012, dan seperti pendahulunya, mempertahankan kantor dengan anggaran sekitar 20.000 euro per bulan.

 

Trierweiler dirawat di rumah sakit selama delapan hari karena kelelahan setelah berita perselingkuhan tersebut muncul, dan sejak itu ia tinggal di kediaman sekunder terpencil milik presiden dekat Versailles. Dia meninggalkan rumah, yang dikenal sebagai La Lanterne, pada Sabtu sore, kata seseorang yang dekat dengan presiden, dan tidak akan kembali lagi.

 

Dalam pernyataan publik pertamanya, Trierweiler mengucapkan terima kasih kepada staf istana dalam tweet. “Aku tidak akan pernah melupakan pengabdian mereka, atau emosi yang diluapkan saat melihat keberangkatan saya,” tulisnya.

 

Hollande, yang berusia 59 tahun, adalah presiden paling tidak populer di Perancis modern, menurut jajak pendapat. Dia telah berjuang untuk berdiri dan berjanji untuk menurunkan tingkat pengangguran, yang saat ini masih terjebak di angka 11 persen. (IMS)