Presiden Perancis Jawab Isu Selingkuh

Presiden Perancis Jawab Isu Selingkuh

Presiden Perancis Francois Hollande mungkin tidak pernah membayangkan bahwa hari ini, Selasa (14/1/14) ia harus menjawab pertanyaan tajam dari para wartawan. Memang ia akan membicarakan mengenai keadaan ekonomi Perancis dalam pertemuan dengan wartawan, namun alih-alih, ia mungkin malah akan diserbu dengan pertanyaan mengenai dugaan perselingkuhan dengan seorang aktris Perancis.

 

Memang hari inilah akan menjadi penampilan pertama Hollande dengan wartawan sejak dugaan perselingkuhannya muncul di tabloid Perancis. Ia dikabarkan berhubungan dengan aktris Julie Gayet.

 

Meskipun dikatakannya bukan waktu yang tepat menjawab isu selingkuh, Hollande berjanji memberi penjelasan sebelum lawatannya ke Amerika Serikat, 11 Februari mendatang. "Setiap manusia pasti melewati saat-saat sulit. Ini kasus kami, dan ini merupakan masa yang menyakitkan," ujarnya.

 

Sebelumnya tuduhan selingkuh muncul hari Jumat (10/1/14), dan kemudian memicu badai media yang biasanya tidak terlihat di Perancis. Wartawan juga mulai mengejar ibu negara Perancis, Valerie Trierweiler, untuk mendapatkan pernyataan.

 

Menurut harian nasional Perancis Le Monde, konferensi pers Hollande - yang pertama di tahun 2014 - seharusnya menjadi kesempatan bagi presiden untuk berjuang, yang selama ini mengalami kemerosotan popularitas sejak pemilihannya di 2012.

 

Sebaliknya, hal ini menjadi mala petaka baginya, dimana ia akan berurusan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan pribadinya dan mengubah fokus kembali ke masalah ekonomi.

 

Jean - Francois Cope, pemimpin UMP oposisi, menyatakan bahwa berita ini adalah bencana bagi citra kantor kepresidenan. Cerita itu pun hingga kini masih mendominasi liputan media internasional Perancis.

 

Hollande belum mengkonfirmasi atau membantah dugaan perselingkuhan, tetapi telah mengancam untuk melakukan tindakan hukum bagi sumber berita. Sebuah pernyataan dari rombongannya Jumat lalu untuk kantor berita Agence France Presse mengatakan bahwa presiden sangat mengutuk serangan terhadap hak privasi dan ia memiliki hak untuk menyukai setiap warga negara lainnya,” tandasnya.