Pramono: Empat Poin ini yang Akhiri Konflik KIH dan KMP

Pramono: Empat Poin ini yang Akhiri Konflik KIH dan KMP

Setelah dilakukan pembicaraan intensif di kediaman Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, maka KIH mendapatkan porsi 21 kursi pimpinan untuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Inilah kesepakatan yang didapatkan setelah pertemuan Hatta bersama Sekjen PAN Taufik Kurniawan, Sekjen Golkar Idrus Marham bertemu dengan Politisi Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung beserta Bendahara Umum PDI-P Olly Dondonkambey.

Pramono Anung berujar bahwa ada empat poin terutama yang menjadi bahan kesepakatan.

"Ada empat poin utama yang jadi kesepakatan yang dipegang oleh ketua-ketua umum partai dan tentunya dalam hal ini juga pemerintah. Karena apa yang dilakukan ketum partai itu atas kelanjutan atas pertemuan sebelumnya di Istana," kata Pramono saat ditemui di Gedung DPR, Rabu (12/11).

Poin pertama berdasarkan penjelasannya adalah persoalan yang menyangkut Alat Kelengkapan Dewan (AKD) beserta jumlahnya.

Kedua membahas pintu masuk melalui badan legislasi, yang akan digunakan untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang ada telah disepakati.

"Ketiga berkaitan dengan waktu, sebelum tanggal 5 Desember karena itu adalah berakhirnya masa reses, maka itu juga perlu diselesaikan," ucap Pramono.

Terakhir, poin keempat adalah beberapa pasal yang dianggap bisa membahayakan sistem presidensial. Untuk itu Pramono membahas bahwa bagian tersebut akan kembali dibahas bersama dengan pihak KMP.

"Saya meyakini, karena itikadnya baik, kebetulan Pukul 12.30 WIB (Rabu 12/11) di suatu tempat saya akan duduk dengan Pak Hatta dan temen-temen untuk merundingkan kembali, mencari jalan keluar berdasarkan niat baik dan insya Allah saya meyakini ini akan ada titik temu untuk penyelesaiannya," ucapnya.

Sementara itu, Hatta juga memberikan pendapatnya (12/11), "Semangat kawan kawan KMP dan KIH sama, ingin DPR cepat melaksanakan tugas konstituisonalnya dan kerja dengan pemerintah." ***intan (Sumber: Antaranews & Republika)