PM Inggris David Cameron, Tertarik Proyek Infrastruktur dan Geothermal Indonesia

PM Inggris David Cameron, Tertarik Proyek Infrastruktur dan Geothermal Indonesia

Berkunjung ke Indonesia dan berbicara dalam forum bisnis antara pengusaha Inggris dan Indonesia, Perdana Menteri Inggris David Cameron, menawarkan pemerintah Indonesia untuk melakukan kerjasama bisnis di bidang infrastruktur, asuransi, dan teknologi keuangan.

 

Cameron mencontohkan kesuksesan infrastruktur di Inggris saat berlangsungnya Olimpiade pada 2012 lalu. Cameron memandang Inggris bisa membantu Indonesia mempersiapkan diri dari sisi pembangunan menjelang menjadi tuan rumah Asian Games pada 2018 nanti.

 

“Kami telah mewujudkan apa yang saya anggap sebagai Olimpiade tersukses dalam sejarah yang saya harap bisa menjadi inspirasi untuk Asian Games Anda.” kata Cameron seperti dikutip BBC, selasa, 28/7/2015. 

 

Selain masalah Infrastruktur, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, juga mengatakan bahwasanya Inggris sangat berminat untuk berinvestasi bidang ketenagalistrikan Indonesia.

 

"Setelah bertemu Perdana Menteri Inggris (David Cameron), saya melihat beliau meneguhkan komitmennya untuk terus berinvestasi di bidang energi, salah satunya ada keinginan masuk pada listrik," ujar Sudirman Said di Jakarta, Selasa (28/7/2015).

 

Said menambahkan, Inggris juga mulai menunjukkan ketertarikan penyaluran dana pada proyek geothermal, dimana pemanfaatan energi panas yang berasal dari dalam perut bumi tersebut juga dapat menghasilkan listrik yang andal tanpa efek gas rumah kaca. Karena sampai saat ini, baru satu perusahaan energi asal Inggris, yakni British Petroleum (BP) yang menaruh minat di sektor listrik dan panas bumi (geothermal).

 

Said menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Inggris yang didampingi sejumlah pengusaha juga menyatakan telah menyiapkan dana investasi baru untuk disalurkan pada sejumlah sektor di Indonesia.

 

"Mengenai arah penyaluran dana investasi nanti, itu tentu saja pembicaraan high level antara kepala negara, namun sektor yang menjadi sorotan adalah infrastruktur, energi, dan industri kreatif," tegasnya. *** kny (antara, BBC)