Piyu PADI: Pemerintah Jangan Ajimumpung pada PPNBM

Piyu PADI: Pemerintah Jangan Ajimumpung pada PPNBM

Fiskal.co.id, Jakarta – Kembali para Artis, selebritis, sosialita, memprotes penerapan PPNBM sebesar 125 persen. Piyu misalnya, gitaris band terkenal asal Surabaya PADI mengatakan dirinya menerima saja keputusan pemerintah yang menaikan pajak penjualan kendaraan mewah tersebut dari 75 persen kini menjadi 125 persen.


Namun ia berharap nantinya pendapatan pajak tersebut bisa dikelola dengan lebih baik. Ia mencontohkan dengan pembangunan sarana infrastruktur yang memadahi.


"Saya sih sebenarnya kalau urusan pajak, cukai, dan segala macamnya setuju-setuju saja. Asalkan, semua itu dikembalikan lagi kepada masyarakat. Karena itu kan uang rakyat.

Misalnya, berupa infrastruktur yang bagus, itu kan enggak apa-apa," ujarnya saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (25/3/2014).


Yang membuat dirinya geram manakala penggunaan pajak tersebut tak tepat sasaran. Misalnya saja digunakan untuk studi banding ke luar negeri yang tak jarang hanya buat kedok wakil rakyat buat plesiran gratis.


Menurut Piyu dalam pengelolaan dana pajak PPNBM tersebut harus ada manfaat nyata yang dirasakan rakyat.


"Akhirnya hanya hamburkan uang rakyat, kalau itu saya enggak terima, enggak rela. Karena menurut saya masih banyak hal yang bisa dilakukan selain untuk itu. Ya, boleh-boleh saja pajak dinaikkan," tegasnya.

Ia menambahkan naiknya pajak tersebut harus diimbangi dengan penerapan pembatasan pembelian kendaraan. Pemerintah harus tegas dalam mengatur hal tersebut supaya banyaknya kendaraan yang menjadi biang kemacetan bisa lebih dikendalikan.


"Jadi jangan misalnya mumpung rakyat gua banyak duit bisa beli mobil terus dikejar pajaknya," pungkasnya.***mjd