Peraturan Pajak Menarik, Indonesia Mempererat Kerjasama Dengan Myanmar

Peraturan Pajak Menarik, Indonesia Mempererat Kerjasama Dengan Myanmar

Indonesia dan Myanmar, terus memperkuat hubungan bilateral. Pada Jum'at, 19/12/2014, Kedutaan Besar Indonesia mendelegasikan 25 orang dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghadiri Business Matching yang mempertemukan pengusaha Indonesia dan Myanmar guna membuka peluang kerja sama antara pengusaha kedua negara.

 

Bussiness matcing ini diadakan dalam rangka perayaan 65 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Myanmar, acara ini dilaksanakan di Yangon, Myanmar, ungkap Uni Federasi Kamar Dagang dan Industri Myanmar (UMFCCI).

 

Dalam acara tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara Achiran Pandu Djajanto, sementara delegasi Myanmar dipimpin oleh Wakil Presiden Uni Federasi Kamar Dagang dan Industri Myanmar (UMFCCI) U Zaw Min Win.

 

"Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kerja sama antara kedua negara di bidang ekonomi, terutama perdagangan dan investasi," ujar Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Sumardi dalam siaran pers, Sabtu (21/12/2014).

 

Ito menambahkan, perdagangan bilateral antara Myanmar dan Indonesia mencapai 498 860.000 dolar AS pada tahun fiskal 2013-14, menargetkan satu miliar dolar pada tahun 2016.

 

"Kekayaan alam di sini luar biasa dan belum terolah secara optimal, selain itu Myanmar mempunyai peraturan pajak yang sangat menarik yang sangat menguntungkan bagi pengusaha, tidak ada masalah pertanahan karena tanah dikuasai oleh pemerintah dan mereka juga mempunyai regulasi yang menyatakan tidak akan ada nasionalisasi," imbuhnya. 

 

Ito berharap kedepannya kerjasama Indonesia dan Myanmar akan terjalin semakin erat dan menguntungakn kedua belah pihak. Apalagi Indonesia dan Myanmar sama-sama anggota ASEAN yangakan segera menerapkan pasar bebas MEA. *** kinaya (Bisnis, WE)