Penumpang Kereta Api Melonjak 100% Menyusul Gangguan Penerbangan

Penumpang Kereta Api Melonjak 100% Menyusul Gangguan Penerbangan

Jumlah penumpang kereta api di stasiun kereta api Semarang, Jawa Tengah, yang bepergian ke Jakarta dan Surabaya, meningkat pada hari Jumat menyusul gangguan penerbangan akibat letusan Gunung Kelud.

 

"Jumlah penumpang kereta api meningkat hingga 100 persen, terutama untuk kereta api eksekutif," petugas PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Eko Budiyanto, mengatakan kepada kantor berita Antara.

 

Eko mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah penumpang dipicu oleh pembatalan jadwal penerbangan akibat hujan abu tebal yang dihasilkan dari letusan Gunung Kelud.

 

Letusan menyebabkan abu menutupi area yang luas dari kota-kota sekitarnya, sehingga menyebabkan beberapa bandara menghentikan operasi karena masalah keamanan. Sejumlah daerah di sepanjang jalur kereta api juga terpengaruh dengan trek yang tertutup oleh debu.

 

Meskipun hujan abu berlangsung dikonfirmasi tidak memiliki dampak kritis pada layanan kereta api, Eko mendesak pekerja dan penumpang untuk berhati-hati ketika melewati daerah yang terkena pengaruh. Sejauh ini, perjalanan kereta api dari Semarang telah beroperasi dengan lancar.

 

Namun, Eko mengakui bahwa dampak hujan abu lebih besar di Surabaya dan Madiun, dimana trek tertutup beberapa sentimeter dari debu vulkanik, yang mengarah ke kemungkinan penundaan di perjalanan kereta api.

 

"Kami terus memantau kemajuan, penundaan terbaru mungkin jadi sekitar satu atau dua jam, " katanya.

 

Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang berhenti beroperasi Jumat pukul 11:25 setelah terkena debu vulkanik dari letusan Gunung Kelud. (IMS)