Pengesahan UU Poligami Kenya, Ditentang Parlemen Wanita

Pengesahan UU Poligami Kenya, Ditentang Parlemen Wanita

Kenya belum lama ini telah melegalkan praktik pernikahan poligami. Lewat keputusan sang presiden, Uhuru Kenyatta nantinya tiap pria dewasa di Kenya bisa melakukan pernikahan lebih dari sekali tanpa meminta ijin kepada sang istri sebelumnya.


Bersama undang-undang (UU) tersebut juga disertakan peraturan dimana seorang istri boleh meminta hak harta baik berupa uang maupun benda dari pernikahannya jika nanti ia bercerai. Namun harta tersebut dapat dimiliki hanya jika, sang wanita tersebut bisa menunjukkan bukti bahwa dirinya ikut mencari atau berkontribusi pada kekayaan keluarga.


Terkait kabar “baik” bagi para pria tersebut, kini anggota parlemen wanita di kursi pemerintahan Kenya sedang berjuang menentang penerapan UU Poligami.


Seorang anggota parlemen Junet Mohammed mengatakan, poligami sudah menjadi budaya di tanah Kenya. "Apabila Anda menikahi seorang perempuan Afrika, maka dia harus tahu bahwa istri kedua, ketiga dan selanjutnya akan datang. Inilah Afrika," ucapnya.


Sebagai bentuk protes, para anggota parlemen wanita bahkan sampai melakukan aksi walkout saat sidang parlemen tertanggal 21 Maret 2014 lalu.


Tentangan juga hadir dari Dewan Nasional Gereja Kenya. Salah seorang Uskup gereja Kenya, Timothy Ndambuki menyatakan UU tersebut akan menciderai prinsip kesetaraan dalam pernikahan.


"Kesan yang diciptakan oleh aturan itu, apabila menjadi UU, maka akan merendahkan derajat perempuan. Karena tidak menghormati prinsip kesamaan pasangan di dalam institusi pernikahan," jelasnya.


Hingga saat ini praktik poligami secara tradisional memang telah diterima oleh masyarakat Kenya.. Namun ketika kini seorang pria dilegalkan beristri banyak, para wanita Kenya tetap diharuskan menerima bahkan dilarang untuk berpoliandri dalam kedudukan yang sama. ***mjd (sumber Viva News)