Pengamat Memprediksi Tahun 2015, Tahun Lesu Komoditas Tambang

Pengamat Memprediksi Tahun 2015, Tahun Lesu Komoditas Tambang

Senin lalu, Departemen Perindustrian Australia memangkas sepertiga dari proyeksi harga bijih besi pada tahun 2015, dari $ 94 per metrik ton perkiraan pada bulan September untuk hanya $ 63, saat output naik melebihi permintaan.

Mengapa harga harga tersebut berjatuhan disinyalir karena penambang utama menggenjot produksi, memaksa sejumlah perusahaan kecil di Australia untuk masuk jalan buntu yang menghilangkan lapangan pekerjaan dan pendapatan pajak pemerintah.

Pada hari Selasa, harga bahan baku pembuatan baja jatuh ke $ 66,84 di Cina, level terendah sejak Juni 2009.

Menurut Bloomberg Intelligence, 22 proyek bijih besi telah dibatalkan atau ditangguhkan sejak Juli sebagai tanggapan terhadap rendahnya harga. Dan ini menjadikan adanya selisih sekitar 140 juta ton kapasitas ekstra.

Namun, lebih dari 100 juta ton kapasitas baru malah memasuki pasar selama periode yang sama, dengan perkiraan perkiraan 340 juta ton tambahan selama lima tahun ke depan, terutama dari Australia dan Brasil.

China membeli dua-pertiga dari bijih besi yg shipping di laut global tetapi pertumbuhan tahunan malah diset paling rendah sejak tahun 1990, saat sektor real estate melambat yang juga mengurangi permintaan.

Konsumsi baja Cina diperkirakan telah meningkat 1,5 persen pada tahun 2014 dibandingkan dengan rata-rata konsumsi pasca krisis keuangan-global sekitar 10 persen per tahun

Adapun ANZ memperkirakan harga bijih besi akan berada pada rata-rata $ 80 per ton pada tahun 2015, sementara JPMorgan memprediksi $ 67 dan Citigroup lebih rendah lagi  $ 60.***Fy (The Diplomat)