Pengamat: Badan Otonom Pajak Akan Kurangi Beban Kerja Petugas Pajak

Pengamat: Badan Otonom Pajak Akan Kurangi Beban Kerja Petugas Pajak

Saat terjadi pergantian kepemimpinan, harapannya kisah Triaspolitika kekuasaan Ditjen pajak juga ikut segera berakhir demi efisiensi.

Keraguan akan inefisiensi ini diungkapkan konsultan pajak Fidel, mengingat selama ini Ditjen pajak menjalankan tiga fungsi kepemimpinan sekaligus.

Di antaranya sebagai lembaga eksekutif yang memungut pajak, legislatif sebagai badan pengurus keberatan pajak, dan yudikatif sebagai badan perumus aturan - aturan perpajakan.

Menurut Fidel, hal ini dirasa kurang baik dan optimal.

"Dengan dibentuknya Badan Penerimaan Negara yang bertanggung jawab langsung kepada presiden, mereka hanya bertugas mencari uang, memungut pajak, tidak mengurusi persoalan membuat aturan pajak dan menerima serta mengadili keberatan pajak," ujar Fidel yang juga aktif di ikatan pajak  indonesia. 

Di sisi lain jika hal ini benar - benar di realisasikan maka DJP bisa memaksimalkan tenaga baru, dan hal hal serba baru.

Direktur DJP Fuad Rachmany sendiri mengungkapkan, untuk 2014 ini DJP dengan beban bertrias politika membutuhkan tambahan 10.000 pegawai baru untuk meningkatkan kinerjanya dalam menyumbang penerimaan negara.

"Kita butuh 60.000 dalam delapan tahun ke depan," jelas Fuad, dan secara seloroh harapan ini dikatakannya demi efek domino. Ini akan berdampak baik bagi perekonomian karena mengurangi jumlah pengaguran dan menyerap banyak tenaga kerja.*** Kinaya (sumber ; skalanews dan harianterbit)