Pengadilan Eropa: Individu Berhak Menuntut Google Menghapus Data

Pengadilan Eropa: Individu Berhak Menuntut Google Menghapus Data

Pernah berharap Anda bisa membuat Google menghapus berita memalukan atas informasi pribadi yang muncul setiap kali seseorang mencari nama Anda? Eropa akan segera dapat melakukan hal itu.

 

Pengadilan Uni Eropa telah memutuskan hari Kamis (15/5) bahwa individu dapat menuntut penghapusan link dan informasi lainnya dalam hasil pencarian yang bisa mengancam privasi mereka. Orang-orang "memiliki hak untuk dilupakan," kata pengadilan.

 

Meskipun kasus ini hanya melibatkan seorang pria Spanyol yang ingin Google untuk menghapus sebuah artikel koran 16 tahun lalu tentang rumahnya yang dilelang karena kegagalan membayar pajak. Tapi keputusan ini, oleh Pengadilan Eropa yang berbasis di Luksemburg, mengikat semua 28 negara anggota Uni Eropa dan melibatkan semua pemilik mesin pencari, tidak hanya Google. Komisaris Kehakiman Uni Eropa Viviane Reding menyebutnya "kemenangan yang jelas untuk perlindungan data pribadi dari Eropa."

 

Tidak mengherankan, jika kemudian Google mengatakan kepada Bloomberg News bahwa keputusan itu "mengecewakan."

 

Keputusan itu mendapatkan kritik tajam dari pembela hak-hak privasi Internet yang memperingatkan hal itu bisa merusak kebebasan berbicara. "Prinsip bahwa Anda memiliki hak untuk dilupakan adalah salah satu yang patut dipuji, tapi itu tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi cara bagi orang untuk menulis ulang sejarah," kata Emma Carr, direktur yang bertindak untuk kelompok Inggris Big Brother Watch. "Mesin pencari tidak menjadi tuan rumah informasi, dan berusaha untuk mendapatkan mereka untuk menyensor konten hukum dari hasil mereka adalah pendekatan yang salah."

 

Big Brother Watch mengatakan bahwa penghapusan informasi pribadi harus "ditangani pada sumbernya," tidak melalui perantara seperti Google. Sebuah kelompok advokasi proteksi data kedua, yang berbasis di London, mengambil posisi yang sama, menambahkan bahwa keputusan itu "memiliki implikasi besar untuk semua jenis perantara internet," bukan hanya mesin pencari.

 

Kepatuhan terhadap putusan itu bisa menjadi mimpi buruk, menurut Peter Church seorang pengacara dengan firma hukum Linklaters di London. Pemilik mesin pencari "mungkin menerima ribuan, atau lebih, permintaan dari individu meminta agar informasi mereka dihapus." Tapi mereka harus mempertimbangkan setiap kasus secara hati-hati, Peter Church mengatakan, karena dalam beberapa kasus "akan ada kepentingan publik yang jelas dalam menjaga informasi", seperti ketika pejabat publik terlibat.

 

Amerika dan warga negara non - Uni Eropa juga mungkin bisa mengambil keuntungan dari keputusan itu, Peter Church mengatakan, dengan menuntut penghapusan data yang terlihat di situs Eropa. "Anda mungkin mendapatkan hasil pencarian terbalkanisasi," ujarnya. Misal data pribadi tertentu mungkin hilang dari situs Google Spanyol sambil tetap ada di situs AS.***int (sumber: Businessweek)