Penerimaan Pajak Bulan April Masih Memperihatinkan, Kenapa?

Penerimaan Pajak Bulan April Masih Memperihatinkan, Kenapa?

Realisasi penerimaan pajak hingga 30 April 2015 mencapai Rp 310 triliun atau 23,96 persen dari target APBN-P 2015 sebesar Rp 1.294 triliun. Mengutip data dari laman resmi Direktorat Jenderal Pajak yang dipublikasikan pada Rabu (6/5), terjadi penurunan sekitar 1,29 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

 

Penerimaan pajak pada Januari- April 2014, tercatat Rp 314 triliun. Sedangkan Januari-April tahun 2015 baru tercatat Rp 310 triliun. Ini artinya ada selisih empat triliun untuk periode pemungutannpajak ang sama. Hal ini disebabkan, penerimaan pajak mengalami pertumbuhan yang cukup baik di sektor tertentu, namun juga mengalami penurunan pertumbuhan di sektor lainnya.

 

Peningkatan penerimaan hanya terjadi pada sektor PPh nonmigas. PPh nonmigas tumbuh 10,58 persen menjadi Rp 180 triliun dari Rp 162 triliun pada periode sama tahun lalu. Sedangkan pada sektor lainnya, yakni pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), pajak bumi dan bangunan, pajak lainnya, serta PPh migas semuanya mengalami penurunan.

 

PPN dan PPnBM turun 5,25 persen menjadi Rp 111,3 triliun. Setoran dari PBB tercatat Rp 308,24 triliun atau turun 64,70 persen. Pajak lainnya terkumpul Rp 16,7 triliun atau turun 9,54 persen. Sedangkan PPh migas tercatat mengalami penurunan 46,18 persen dari sebelumnya Rp 31 triliun menjadi Rp 16,7 triliun.

 

Sebagaimana diketahui, PPh Non Migas merupakan salah satu instrumen untuk mengetahui pertumbuhan kesejahteraan dan sisi kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Terlepas dari itu semua, DJP berharap penerimaan pajak di periode berikutnya dapat terus meningkat seiring dengan diberlakukan berbagai terobosan kebijakan perpajakan maupun peningkatan kepatuhan wajib pajak.

 

Seperti melalui dicanangkannya di 2015 sebagai Tahun Pembinaan Wajib Pajak. DJP yakin realisasi penerimaan pajak terus bertambah dan target penerimaan pajak sebesar Rp1.296 triliun dapat diraih. *** kinaya (metrotv,republika)