Pemerintah Usulkan 3 KEK Baru, APINDO: Kuncinya Infrastruktur dan Birokrasi

Pemerintah Usulkan 3 KEK Baru, APINDO: Kuncinya Infrastruktur dan Birokrasi

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), oleh pemerintah akan ditambah dan diajukan kepada tiga daerah. Adalah  Mandalika di NTB, Morotai di Maluku Utara, dan Tanjung Api-api di Sumatra Selatan. Ketiga kawasan tersebut diharapkan pemerintah sepadan dengan dua daerah sebelumnya, yakni Tanjung Lesung dan Sei Mangkei, yang telah menjadi KEK terlebih dahulu.

 

Adapun, potensi investasi agar bisa menjadi KEK minimal Rp 21,302 triliun. Dan KEK sendiri merupakan kawasan ekonomi, di mana setiap pegiat usaha bisa memaksimalkan potensinya, dengan dukungan insentif dari pemerintah, baik insentif fiskal maupun non fiskal.

 

Aturan berkaitan dengan insetif, saat ini masih dalam pembahasan Kementerian Keuangan. Namun, secara umum pemerintah akan memberikan tax allowance dan tax holiday, serta insentif lain seperti pembebasan dari pajak impor, hingga pajak penjualan barang mewah (PPnBM).

 

Hatta Rajasa, Menko Perekonomian yang sekaligus juga Ketua Dewan Nasional KEK, mengungkapkan bahwa, Tanjung Api-api digadang-gadang akan menjadi KEK dengan basis industri agro sawit, karet, sentra minerba. Nilai investasi di wilayah Tanjung Api-api ini, diprediksi akan mencapai Rp 12,032 triliun, dalam pembangunan infrastruktur dan pabrikan.

 

"Investor-investor sudah mendaftar. Dari PT Pusri sampai perusahaan batu bara, terutama batu bara yang dikonversi ke gas. Pusri akan kembangkan industri pupuk berbasis batu bara yang dikonversi," jelas Hatta di Jakarta, Selasa (18/02), sebagaimana dikutip laman MetroNews.

 

Selanjutnya, Mandalika yang menjadi KEK dengan mengandalkan potensi pariwisata. Mandalika sendiri sudah sejak lama diajukan menjadi KEK, akan halnya pengajuan resmi baru-baru ini diajukan. Pengembangan infrastrukturnya akan diserahkan pada PT Bali Tourism Development Corp, yang sudah menginjeksikan investasi sebesar Rp 2,2 triliun, untuk pembangunan setiap sarana wisata di lahan 1.250 hektare.

 

Terakhir adalah kawasan Morotai. Wilayah yang selalu dimasukan ke dalam buku sejarah Perang Dunia Kedua, dikarenakan intensitas pertempuran Jepang vs Sekutu tersebut, akan dikembangkan ke dalam pelbagai multi sektor. Dari sektor pariwisata logistik, perikanan, industri, bisnis, hingga resor. Investasi yang akan di gelar sebesar Rp 6,8 triliun. Hatta sendiri mengakui potensi internasional dari Morotai.

 

"Morotai satu kawasan yang menarik karena dekat Jepang dan Taiwan. Kedua negara merupakan negara industri yang punya kepentingan mengembangkan industri dengan Indonesia," jelas Hatta, seraya menambahkan potensi tidak berhenti di situ saja.

 

"Kalau disandingkan dengan KEK di Malaysia dan negara lain, kita punya daya saing," tambah Hatta.

 

Sofjan Wanandi Ketua Umum Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) menyarankan pemerintah harus membangun infrastruktur, energi maupun logistik sebelum menetapkan daerah menjadi KEK. Selain itu otoritas berwenang dalam KEK, menurut Wanandi juga harus dipertegas agar tak overlap antara pemda dan birokrasi.***Fey