Pemerintah Undang Pengusaha Spanyol Investasi Pada Infrastruktur

Pemerintah Undang Pengusaha Spanyol Investasi Pada Infrastruktur

Direktur jenderal Kementerian Perhubungan Santoso Eddy Wibowo menyatakan bahwa Indonesia mengundang pengusaha Spanyol dalam melaksanakan rencana strategis pembangunan infrastruktur dalam empat tahun.

"Kita
perlu meningkatkan pembangunan maritim, udara dan darat, dan jadi kita akan membangun 15 bandara baru dan sembilan akan didedikasikan untuk layanan kargo". Jelasnya dalam acara bersama Pengusaha Spanyol di Madrid Senin (16/03).

Untuk mengatur komunikasi maritim sebagai kebutuhan negara, "Indonesia akan meningkatkan infrastruktur 24 pelabuhan yang strategis," tukas Santoso.

Pelabuhan Kuala Tanjung misalnya akan diperluas infrastrukturnya untuk memaksimalkan keuntungan ekspor minyak yang dikapalkan ke Jepang melalui Selat Malaka, dan dianggap sebagai titik geopolitik yang penting.

"Meningkatkan konektifiras internal antara berbagai pulau yang membentuk negara terbesar keempat di dunia dalam hal populasi, adalah tujuan lain rencana empat tahun ini," paparnya seraya menambahkan Indonesia akan menambah kapasitas kapal penyebrangan menjadi 50 unit, termasuk bus air, sebelum akhir 2019.

"2.650 kilometer jalan akan dibangun dan jalan raya yang ada akan ditingkatkan," katanya.

Akhirnya, sebagai perwakilan dari pemerintah Indonesia,  Santoso berharap perusahaan Spanyol, yang beberapa di antaranya telah hadir di Indonesia sejak tahun 1970, bisa berinvestasi di Indonesia yang produk domestik brutonya tumbuh sebesar 5,8 persen pada tahun 2013.

"Ini menegaskan bahwa Indonesia adalah negara ekonomi paling stabil dalam lima tahun terakhir," jelas mantan Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda. yang juga menghadiri acara hearing tersebut.***Red (Herald Sun)