Pemerintah Rela Kebagian Sedikit Hasil Demi Gaet Investor Minyak

Pemerintah Rela Kebagian Sedikit Hasil Demi Gaet Investor Minyak

Demi menggaet investor di sektor kilang minyak, pemerintah rela menurunkan ratio bagi hasil pengelolaan blok minyak dan gas bumi (migas). Investor kilang minyak akan mendapatkan bagi hasil yang lebih besar dari pada pemerintah. Semua ini dilakukan pemerintah agar investor tertarik menanamkan modalnya disektor migas di Indonesia. 

 

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Djoko Siswanto mengatakan, pada penawaran wilayah kerja (WK) migas konvensional 2015, Pemerintah memberikan bagi hasil untuk investor di WK minyak berkisar 30-35 persen. Sedangkan untuk gas mencapai 35-40 persen.

 

"Biasanya porsi bagi hasil untuk minyak bagi investor adalah 15 persen dan Pemerintah 85 persen. Sementara untuk gas, 30 persen investor dan 70 persen bagi Pemerintah," kata Djoko, seperti yang dikutip dalam situs resmi Ditjen Migas, Minggu (13/9/2015).

 

Selain menambah porsi bagi hasil, pemerintah juga akan memberikan insentif usaha diantaranya pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi WK migas selama masa eksplorasi. Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan insentif-insentif lainnya yang diberikan ketika WK migas telah di eksplorasi. 

 

"Selain PBB, kita akan mencoba mengusulkan kembali kepada Kemenkeu, agar seluruh yang terkait dengan kegiatan eksplorasi untuk dibebaskan karena selama kegiatan eksplorasi belum ada profit,"kata Djoko.

 

"Porsi bagi hasil yang cukup besar dan pembebasan PBB ditawarkan untuk menarik investor. Besarannya, tergantung pada lokasi dan tingkat kesulitan lapangan migas tersebut," imbuhnya. ***"kny (liputan 6)