Pemerintah Naikkan Ambang Batas Pendapatan Yang Dikenai Pajak

Pemerintah Naikkan Ambang Batas Pendapatan Yang Dikenai Pajak

Untuk meningkatkan kesadaran serta melakukan pembinaan terhadap wajib pajak, Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro mengungkapkan, dalam waktu dekat pemerintah berencana akan menaikkan ambang batas besaran pendapatan yang dikenai pajak penghasilan. Hal ini dilakukan pemerintah dalam upayanya meningkatkan daya beli masyarakat dan mengerek pertumbuhan ekonomi. 

 

 "Kenaikan ambang batas ini akan meningkatkan daya beli masyarakat meskipun ini bisa mengganggu pendapatan negara "kata Bambang di parlemen,Rabu,26/5/2015. 

 

Menteri Bambang menjelaskan, Pemerintah menaikkan ambang batas pengenaan pajak penghasilan hampir 50 persen dari sebelumnya, yakni dari yang sebelumnya untuk wajib pajak yang belum menikah dewasa berpenghasilan 24,3 juta per tahun sudah dikenai pajak penghasilan. Namun, utuk peraturan terbaru nanti, wajib pajak dengan penghasilan 36 juta rupiah ($2,728) per tahun baru akan dikenai pajak penghasilan. 

 

Sayangnya, Menteri Bambang tidak menjelaskan secara rinci bagaimana peraturan baru tersebut ditetapkan untuk individu yang telah memiliki pasangan atau tanggungan. 

 

Di Indonesia, pemungutan serta pembinaan wajib pajak, memang memiliki polemik tersendiri. Menurut Menteri Bambang, hanya 10 juta orang yang melakukan pelaporan pajak dengan benar dari sekitar 255 juta wajib pajak. Lebih lanjut, Bambang memperkirakan sekitar 45 juta orang yang bekerja dan seharusnya membayar pajak, mereka sama sekali tidak memiliki nomor pokok wajib pajak. 

 

Sebagai informasi, bulan ini pemerintah melaporkan bahwa indonesia mengalami perlambatan ekonomi pada kuartal I dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,71 persen, ini merupakan pertumbuhan terendah sejak 2009. Buktu-bukti perlambatan ekomi ini juga mulai nampak dari menurunya tingkat konsumsi, lemahnya penjualan mobil dan sepeda motor dan menurunnya kepercayaan bank. Pemerintah berharap jika ambang batas kewajiban pajak diubah maka pertumbuhan ekonomi dapat dipulihkan. *** kinaya (straits times)