Pembajakan Film Rugikan Negara Pertahun 437 M, Pemerintah : Buka Investasi Asing Untuk Bioskop

Pembajakan Film Rugikan Negara Pertahun 437 M, Pemerintah : Buka Investasi Asing Untuk Bioskop

Kepala Satgas anti-pembajakan Ari Juliano, memperkirakan bahwa kerugian akibat pembajakan industri film menyebabkan Indonesia kehilangan potensi fiskal sebesar Rp 437.5 miliar per tahun.

Angka tersebut diperoleh dalam penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi), yang menemukan bahwa bahwa setiap film yang dibajak kehilangan potensi penjualan tiket hingga Rp 4,3 miliar. Situs situs dan saluran ilegal tempat download film tersebut dapat menampung hingga 100 film bajakan berkaitan dengan nilai pembajakan terkait.

Tidak hanya itu saja, aktris dan anggota satuan tugas Marcella Zalianty, mendapati pula pembajakan karya intelektual melalui persebaran DVD bajakan, padahal mayoritas film Indonesia bergantung pada penjualan DVD original dan hak online streaming untuk meraih keuntungan pendapatan, terlebih karena periode tayang bioskop yang umumnya singkat.

Satgas meminta Bareskim untuk bekerja bersama menindak pembajakan.

"Hak Intelektual harus menjadi prioritas. Kita harus bekerja berdampingan karena kita pekerja film bukan eksperimentator, dan kita menghabiskan sebagian besar energi menciptakan film-film yang merupakan aset nasional," tukas Marcella seraya menambahkan perlu adanya shock therapy yang tidak hanya untuk pengedar narkoba dan teroris.

Triawan Munaf, kepala badan ekonomi kreatif (Barekfraf), menyarankan lebih banyak pembangunan bioskop untuk menawarkan alternatif jaringan nonton film yang selama ini terkesan eksklusif hanya di mal mal belaka.

Barekraf telah menyarankan bahwa pemerintah memungkinkan investor asing untuk membangun sekian banyak bioskop untuk tiap kelas dan lebih banyak pilihan untuk penggemar film Indonesia.***Red (Jakarta Globe)