Pekerja Asing, Termasuk Yang Memperpanjang Kontrak Tidak Perlu Bisa Bahasa

Pekerja Asing, Termasuk Yang Memperpanjang Kontrak Tidak Perlu Bisa Bahasa
Pekerja asing tidak perlu bisa bahasa untuk berkerja di Indonesia. Dengan demikian pemerintah dan pihak lokal yang memperkerjakan pegawai asing tidak akan memaksa mereka untuk langsung bisa mahir dalam Bahasa.

Sebagaimana dilansir Heri Sudarmanto, direktur pekerja asing Depnaker, Senin (19/09), dirinya menyangkal setiap laporan media tentang keharusan kemampuan bahasa yang menjadi momok para investor.

Presiden Joko "Jokowi" Widodo, sendiri sangat membutuhkan investasi asing dan melakukan reshuffle kabinet  ntuk mengadopsi langkah-langkah stimulus ekonomi baru termasuk di dalamnya menghapus segala hambatan investasi yang tidak perlu.

Pada bulan Maret, pemerintah sebelumnya mengajukan tes bahasa pada pekerja asing, namun disusul protes oleh para investor yang melihat langkah ini sebagai bagian dari proteksionisme.

Akan halnya
sebagaimana ungkapan Heri, pemerintah tidak mewajibnya namun cukup merekomendasikan, orang asing selama di Indonesia belajar bahasa lokal, demi memudahkan transfer pengetahuan dan teknologi. "Tidak ada persyaratan bahasa asing," jelas Heri "Persyaratan ini (termasuk) tidak akan diterapkan pada pekerja asing yang mencari untuk memperpanjang ijin kerja."

ini berkaitan dengan rumor yang beredar di Kemenaker sendiri yang mengatakan ada persyaratan bahasa yang berlaku untuk orang asing yang ingin memperpanjang izin kerja setelah bekerja di Indonesia selama satu tahun.

Hari menambahkan Presiden Jokowi sendiri meminta jangan sampai ada yang memaksakan persyaratan bahasa. Namun, pemerintah daerah secara mandiri bisa memutuskan untuk mengadopsi langkah-langkah tersebut, tambahnya.***Red