Pajak tak Penuh,Pemerintah Akan Ambil Hutang Dari Bank Jerman

Pajak tak Penuh,Pemerintah Akan Ambil Hutang Dari Bank Jerman

Target Pajak tahun 2015 ini dipastikan tak akan terpenuhi sesuai dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015, yang dipatok sebesar Rp 1.294 triliun. Oleh sebab itu mau tak mau pemerintah harus mencari suntikan dana untuk menutup defisit anggaran. Defisit anggaran diperkirakan akan sebesar 2,78% dari PDB, ini lebih besar dari asumsi awal yang diperkirakan 1,9% PDB.

 

Dengan proyeksi fiskal seperti ini, pemerintah memerlukan tambahan dana sebesar Rp 94 triliun. Dan rencananya tambahan dana tersebut akan diperoleh dari hutang.

 

"Jadi nanti tambahan dari original 1,9% itu sekitar Rp 94 triliun," kata Schneider Siahaan, Direktur Strategi dan Portfolio Utang‎ Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR), Kamis (10/9/2015).

 

Hutang ini akan diperoleh dari sejumlah bank Internasional, terutama dari multilateral Bank seperti Bank Dunia sebesar US$ 2 miliar dan sisanya dari Bank Pembangunan Asia, Bank Pembangunan Prancis, serta Bank Pembangunan Jerman.

 

Schneider mengatakan keseluruhan pembiayaan sudah ditarik pemerintah, kecuali dari Bank Pembangunan Jerman. Nilai utang yang disiapkan sebesar US$ 850 juta.

 

"Itu tinggal US$ 850 juta. Itu yang belum ditarik tinggal KFW (Bank Pembangunan Jerman). Kita sudah kita aktifkan, artinya loannya sudah efektif tinggal nanti kita tarik anytime kita perlu. Tinggal kirim surat permintaan penarikan ke mereka," imbuhnya.

 

Menurutnya tidak ada permasalahan untuk memastikan belanja hingga akhir tahun. Sekalipun angka proyeksi itu masih terlewati, Ditjen PPR akan memanfaatkan jaringan dengan berbagai lembaga keuangan. "Kami juga sudah kontak beberapa lembaga pembiayaan juga untuk men-secure itu. Jadi kalau memang diperlukan ya ditarik juga," tukasnya. *** kny (detik)